Surya/

Berita Surabaya

Dindik Jatim Berharap Suasana Gaduh terkait Pendidikan segera Berakhir

Hingga akhirnya kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan diganti dengan peraturan presiden.

Dindik Jatim Berharap Suasana Gaduh terkait Pendidikan segera Berakhir
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagai wacana pendidikan setelah pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah menimbulkan sejumlah gejolak di masyarakat. Mulai dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hingga dikeluarkannya peraturan menteri (Permen) yang mengatur jam kerja guru Aparatus Sipil Negara (ASN). Dampak permen tersebut memunculkan berbagai pendapat terhadap sekolah 5 hari yang akan diterapkan.

Hingga akhirnya kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan diganti dengan peraturan presiden.

Melihat hal ini Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman menjelaskan kebijakan nasioanl yang tidak menyerap pendapat berbagai daerah akan membuat gaduh masyarakat.

“Kebijakan kemarin belum berkoordinasi dengan daerah. Akhirnya bikin gaduh di masyarakat. Saya harapkan suasana gaduh di pendidikan ini berakhir,”jelasnya, Senin (19/6/2017).

Menurutnya, kebijakan ini harus dipastikan sebelum tahun ajaran baru. Sebab para kepala sekolah sudah mulai menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun ajaran baru. Sehingga sekolah harus menyesuaikan kegiatan dengan aturan berlaku.

“Dampak dari sekolah 5 hari itu pada sks dan lainnya juga. Kami hanya bisa mengerem suasana pendidikan agar sejuk dengan menghimbau pelaksanaan dan perencanaan pendidikan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pola pembelajaran yang digunakan, lanjutnya bisa dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang diambil sekolah tahunnlaku. Untuk swasta bisa menerapkan full day school tetapi untuk negeri masih mengikuti 6 hari belajar di sekolah.

“Saat ini menggunakan pola yang lama, tidak perlu gaduh antara guru,kepala sekolah taupun siswa. Akan ada pemahaman yang sama,” tegasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help