Berita Surabaya

Bertemu Sinta Nuriyah, Awey Terkenang Pesan Gus Dur tentang Kerukunan dan Keragaman Budaya

“Pesan Gus Dur untuk selalu menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara dari keberagaman budaya," ujar Awey.

Bertemu Sinta Nuriyah, Awey Terkenang Pesan Gus Dur tentang Kerukunan dan Keragaman Budaya
foto: istimewa
Vinsensius Awey saat bertemu mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Vinsensius Awey, anggota Komisi C, DPRD Kota Surabaya, Jumat (16/6/2017), menghadiri undangan Konsolidasi Kebangsaan bersama elemen masyarakat sipil yang dihadiri mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Awey mengatakan pertemuannya dengan Sinta Nuriyah ini dirinya terkenang dengan pesan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang kerukunan dan keragaman budaya.

“Pesan Gus Dur untuk selalu menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara dari keberagaman budaya serta keyakinan beragama, inilah yang perlu kita teladani dari Gus Dur dan ibu Sinta Wahid,” ujar Awey.

Kunjungan Sinta Nuriyah di Surabaya dan Sidoarjo ini dalam acara konsolidasi kebangsaan bersama elemen masyarakat sipil sekaligus buka puasa bersama.

Politisi Partai Nasdem ini melanjutkan, kedatangan Ibu Sinta ini mengingatkan kita tentang sosok kiai yang selalu memperjuangkan kaum minoritas guna mendapatkan kedaulatan dan kesejajaran hak dalam berbangsa.

Lanjut Awey, di Surabaya, Bu Sinta akan bertemu dan berdialog dengan berbagai komponen lintas agama/etnis dan masyarakat marginal di Kampung Pecinan Tambak bayan, Alun-alun Contong Bubutan, Surabaya.

“Untuk kondisi bangsa kita akhir akhir ini, kita merindukan sosok Gus Dur. Seorang kiai besar yang selalu menjadi simbol pluralisme dan perekat bangsa. Dimana perjuangan beliau yang tidak pernah berhenti menjaga kesatuan dan persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, ras / etnis menjadi satu kesatuan bangsa yang berlandaskan ideologi bangsa yakni Pancasila,” jelas Awey.

Sinta yang merupakan istri Gus Dur, disebutnya merupakan penerus  simbol pluralisme atas ragam suku, ras, agama, kepercayaan, budaya dalam kerangka dasar negara Indonesia.

"Pancasila itu ada di bumi Indonesia untuk selamanya," imbuh Awey mengutip kata-kata almarhum Gus Dur.

Penulis: Parmin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved