Surya/

Berita Bangkalan Madura

Siasat Polisi Mengatasi Kemacetan di Pasar Hewan Tanah Merah, Bangkalan

Sekarang, jam 10 sudah mulai terurai. Jika aparat tegas, masalah kemacetan bisa terpecahkan.

Siasat Polisi Mengatasi Kemacetan di Pasar Hewan Tanah Merah, Bangkalan
ahmad faisol
Simulasi pengaturan keluar-masuk mobil pikap pengangkut sapi di pasar hewan Tanah Merah, Bangkalan, Madura guna menemukan solusi kemacetan, Sabtu (17/6/2017). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Permasalahan klasik berupa kemacetan lalu-lintas di depan pasar hewan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan kini mulai menemukan solusi. Itu setelah Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Bangkalan bersama dinas perhubungan setempat menggelar simulasi pengaturan keluar-masuk pikap pengangkut sapi di pasar hewan terbesar kedua di Jawa Timur itu, Sabtu (17/6/2017).

Dalam simulasi yang dipimpin langsung Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, tidak lagi dijumpai pikap-pikap menurunkan sapi di depan pintu masuk. Para pengemudi pikap diarahkan ke sebuah lahan kosong untuk kegiatan bongkar muat.

"Sebelum tiba di pintu masuk pasar, pikap pengangkut sapi dari arah barat (Bangkalan) kami sediakan lahan untuk menurunkan sapi. Begitu juga pikap dari arah timur," ungkap Anissullah M Ridha di sela-sela simulasi kepada SURYA.

Pikap dari arah Bangkalan diwajibkan menurunkan sapi di lahan kosong dekat RM Bu Rupa, sekitar 150 meter sebelum pasar. Begitu juga pikap dari arah timur (Sampang), diarahkan ke lokasi parkir di Desa Petrah, sekitar 100 meter sebelum pasar.

Keputusan tersebut terbilang sukses lantaran pikap-pikap pengangkut sapi dari arah berlawan, tidak menumpuk di depan pintu masuk pasar saat bongkar muat angkutan. Kondisi itulah yang selama ini menjadi biang kemacetan hingga menjelang siang di setiap hari pasaran, Sabtu.

"Bongkar muat dilakukan di lahan-lahan itu. Pikap pengangkut sapi tidak bertemu di satu titik (pintu masuk pasar) hingga terjadi crowded yang sebabkan kemacetan. Sapi-sapi dituntun ke pasar dengan berjalan kaki," jelas kapolres kelahiran Banda Aceh itu.

Pantauan di lokasi, laju kendaraan dari arah Bangkalan dan Sampang relatif lancar kendati masih merambat. Tidak ada lagi penumpukan kendaraan hingga menimbulkan kemacetan total seperti biasanya.

"Kemacetan bisa terurai hingga 40 persen. Pukul 9, lalu-lintas kendaraan sudah berjalan normal. Uji coba ini akan terus kami lakukan hingga sebulan ke depan," terang Anis.

Sejatinya, lanjut Anis, dua lahan parkir di sisi timur dan barat sebelum pasar sudah ada sejak dulu. Namun, pengelolaan dan pengaturan keluar-masuk pikap tidak dilakukan dengan baik.

"Lahan-lahan itu milik perorangan dan pihak pasar. Hasil ini akan kami rekomendasikan ke pemda agar dijadikan jalur resmi khusus pikap pengangkut hewan," pungkasnya.

Ainun Rofik (34), warga sekitar pasar mengaku, baru kali ini mendapati pemandangan sedikit lengang di jalur depan pasar hewan Tanah Merah.

"Biasanya antrean kendaraan dari timur dan barat bisa sejauh dua kilometer. Tapi sekarang, jam 10 sudah mulai terurai. Jika aparat tegas, masalah kemacetan bisa terpecahkan," singkatnya.

Sebelumnya, penandatanganan Nota Kesepakatan terkait solusi kemacetan di Pasar Tanah Merah dilakukan antara Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan Satlantas Polres Bangkalan di Aula Serbaguna mapolres, Jumat (9/6/2017).

Penandatanganan Nota Kesepakatan dalam Operasi Ramadniya Semeru 2017 itu dilakukan di hadapan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, Wakil Bupati Ir Mondir A Rofii, dan Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan Riono Budi Santoso. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help