Surya/

Road to Election

La Nyalla Bidik Pilgub Jatim?

Ketua KADIN Jatim, La Nyalla Mattalitti tampaknya mulai membidik kursi panas dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang. Ini tanda-tandanya...

La Nyalla Bidik Pilgub Jatim?
surabaya.tribunnews.com/Rorry Nurwawati
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti saat mengunjungi acara buka bersama anak yatim dan lansia di Mojokerto, Jumat (16/6/2017). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang digadang-gadang maju dalam pemilihan kepala daerah Gubenur Jawa Timur, mulai bergerilya mendekati masyarakat.

Kali ini, La Nyalla menyempatkan waktu menghadiri kegiatan safari ramadhan bersama anak yatim piatu dan lansia di Desa Temon, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (16/6/2017).

Sebelum menghadiri acara buka bersama anak yatim piatu, La Nyalla yang mengenakan baju serba abu-abu ini terlihat mengunjungi Makam Syekh Djumadil Kubro di Pemakaman Troloyo. Dalam kesempatan ini, La Nyalla juga mengutarakan maksud kedatangannya dengan meminta doa dan bukan dukungan.

"Saya didoakan menjadi Gubenur Jatim. Saya tidak minta dukungan tapi minta didoakan, kalau didukung belum tentu didoakan tapi kalau didoakan pasti akan didukung," katanya dalam sambutan di hadapan para tamu undangan dengan dibarengi tepuk tangan meriah.

Popularitas La Nyalla terbilang tinggi karena figur yang berlatar belakang pengusaha dan aktivis sosial kemasyarakatan, serta menyusul kian luasnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Namun hingga saat ini La Nyalla masih menunggu keputusan inkracht-nya terselesaikan, baru akan mengambil langkah dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Ya, La Nyalla sebelumnya sempat ditangkap karena dugaan penyelewengan dana APBD Jawa Timur dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kamar Dagang (Kadin) Jawa Timur. Namun Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis bebas mantan Ketua Umum PSSI ini.

Disingung soal majunya melalui jalur independen, La Nyalla pun menampiknya. Ia menjelaskan bahwa isu majunya melalui jalur independen merupakan ide dari pendukung.

"Bukan, bukan saya tapi netizen. Biarlah mereka punya ide itu, tapi insyaallah saya dari partai tapi masih nunggu inkracht," jelasnya.

Partai mana kah yang akan mengusung? La Nyalla pun masih belum bisa memastikan.

"Saya kader dari Gerindra, tapi saya harus meminta izin dari induk organisasi," tegas Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jatim ini.

Untuk saat ini dengan tegas La Nyalla mengaku siap maju dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang. Hal ini menyusul adanya isu bahwa dalam Pilgub Jatim mendatang hanya ada calon tunggal. Hal inilah yang menggelitik dalam benak La Nyalla dan memutuskan untuk maju dalam pilgub 2018 nanti.

"Kalau Jatim dibikin calon tunggal, ini namanya kemunduran demokrasi, dan itu tidak pantas. Karena Jatim sendiri ada 34 Kabupaten yang diisi 40 juta orang, kalau cagubnya cuma satu kan lucu. Karena adanya gambaran seperti itu, saya katakan kepada wartawan di Bangkalan kalau ada calon tunggal, saya siap maju," terang usai buka bersama.

Disinggung bila nanti justru ia diusung sebagai calon wakil gubenur, La Nyalla mengaku tidak ada masalah.

"Kita lihat dulu, kita lihat dulu, kalau memang pantes ya gak apa-apa. Saya belum mengatakan iya, di sini saya masih istikhara, masih keliling (berkunjung ke alim ulama) dulu," tutupnya

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help