Surya/

Citizen Reporter

Inilah Enaknya menjadi Anak Muda Itu

menjadi anak muda berarti mendapat kesempatan dan peluang besar melakukan sesuatu yang baru, penuh tantangan, sarat pengalaman ... do it...

Inilah Enaknya menjadi Anak Muda Itu
pixabay
ilustrasi 

Reportase Khoirus Sholihatinnur
Mahasiswa PGSD Universitas Trunojoyo Madura/Duta Indonesia Bisa Chapter Surabaya/pengurus komunitas media UTM

DALAM acara National Conference and Essay Competition Inovator Nusantara 2017, dua pembicara hebat, yakni Gisneo Pratala dan Ganis Amanda, memberi pemahaman kepada mahasiswa mengenai inovasi.

Acara yang diselenggarakan organisasi Inovator Nusantara pada 19-21 Mei 2017 lalu itu dihelat di Balai Pelatihan dan Pendidikan Semarang. Visi inovator nusantara, yaitu menjadikan Inovator Nusantara sebagai wadah penggerak kolaborasi karya pemuda untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Pemuda yang datang dalam acara ini berasal dari berbagai universitas di Indonesia, yaitu delegasi dari Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Riau, Universitas Negeri Makasar, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sumatra Utara, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Institut Teknologi Nasional Malang dan kampus lainnya.

“Inovasi itu sesuatu yang mengubah dunia dengan sesuatu sangat sederhana. Inovasi itu tidak harus teknologi. Inovasi tidak harus melakukan sesuatu yang baru. Inovasi itu bisa dibuat di manapun. Kamu bisa mencari ilmu di mana saja. Misalnya menggunakan instagram dan whatapps untuk tahu makanan PKL yang sehat di Jakarta. Selain itu, kamu bisa gunakan drown untuk memaping sampah di Sungai Ciliwung,” kata Gisneo.

Menyelesaikan masalah masyarakat tanpa uang negara. Apakah hal tersebut bisa dilakukan? Jangan mudah menyerah dalam melakukan inovasi karena budget. Ganis Amanda memilih door to door dari satu rumah ke rumah lainnya untuk membantu donasi proyek inovasinya.

“Apa saja yang sudah kamu lakukan di masa muda? Apakah setelah lulus dari universitas hanya menjadi pengangguran terdidik? Anak muda berbondong-bondong ingin menjadi pegawai. Pegawai itu mendapat gaji dari pajak masyarakat.  Jangan tanyakan apa yang sudah diberikan Indonesia kepadamu, tapi apa yang sudah kamu berikan untuk Indonesia. Apakah kamu berani membuka almamatermu dan melakukan pengabdian di desa?” gugat Ganis.

Orang desa, lanjut Ganis, menggunakan potensi alam untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sedangkan orang luar negeri melakukan investasi potensi alam. Misalnya menyewa tambak di pedesaan.

“Orang miskin tidak tanya Anda juara apa, tetapi biasanya yang ditanyakan adalah apa yang bisa anda lakukan untuk kami. Apa yang kita tanam, itu yang akan kita petik. Cari CSR itu memang gampang-gampang susah. CSR harus pas dengan project dan sasaran perusahaan/pemerintah yang hendak diberi proposal. Misalnya melakukan penelitian tentang rokok, jadi apply  CSR di perusahaan djarum atau sampurna,” kata Ganis Amanda

Di akhir acara hari ke-3 konferensi, diumumkan tiga pemenang kompetisi esai nasional. Naila Aliya Marhama, mahasiswa IPB mendapat juara pertama dengan judul karya Siaga Dini; Program Pendidikan Ibu Muda untuk Meningkatkan Kualitas Keluarga pada Pasangan Menikah Usia Dini, ditahbiskan sebagai juara dua, diraih Kurnia Solikin dan Moh. Syahru Romadhon Soleh, mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang dengan judul karya budaya membaca buku dan pendidikan di anak Indonesia, dan juara tiga diberikan kepada Muhammad Jefri Agus, mahasiswa Universitas Riau dengan judul Karya Bengkel Mobile Hotspot.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help