Surya/

Pesona Ramadan

Sunan Boto Putih, Penyebar Islam dari Utara Surabaya

Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Kiai Ajeng Brondong itu, berperan menyebarkan syiar Islam di abad ke-15.

Sunan Boto Putih, Penyebar Islam dari Utara Surabaya
surya/achmad zaimul haq
Kompleks Makam Sunan Botoh Putih di Pegirikan Surabaya. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Menelusuri penyebaran agama Islam di Surabaya tak bisa berhenti pada sosok Sunan Ampel saja. Namun ada sosok yang tidak bisa lepas yaitu sosok Pangeran Lanang Dangiran atau yang tersohor disebut dengan Sunan Boto Putih.

Hingga kini makamnya yang terletak di Jalan Pegirikan masih ramai didatangi para peziarah.

Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Kiai Ajeng Brondong itu, berperan menyebarkan syiar Islam di abad ke-15.

Saat itu Sunan Boto Putih masih muda. Meski bergelar sebagai pangeran dari kerajaan Blambangan, Sunan Boto Putih bukan orang yang sombong dengan segala yang ia miliki.

Ia justru meninggalkan kerajaan dan melarungkan dirinya ke laut. Berbulan-bulan hanya berbekal perayu kayu, ia terombang ambing hingga terhempas ombang di Laut Jawa. Takdir membawanya mendarat di wilayah Gresik.

"Beliau adalah Putra Pangeran Kedawung. Saat di Gresik ia ditemukan oleh Kiai Kendil Wesi dan dirawat oleh beliau," kata juru kunci Makam Boto Putih, Raden Ariyanto Suseno (60), Rabu (14/6/2017).

Dari sanalah, bakat dan kelimuan Sunan Boto Putih mulai terlihat. Kepiawaiannya mendalami ilmu Islam dan menyebarkannya di kalangan Gresik dilihat oleh Kiai Kendil Wesi.

Sunan Boto Putih pun akhirnya diminta menyebarkan Islam secara luas di Surabaya. Ia menetap di kawasan Pegirikan. Tepatnya di Dukuh Boto Putih.

"Beliau menyebarkan agama Islam secara luas. Lewat dakwah, ia mensyiarkan Islam di Surabaya. Sehingga beliau diberi gelar sebagai Sunan Boto Putih," katanya.

Wilayah yang dijadikan persebaran Islam oleh Boto Butih mulai Pegirikan sampai Kapasan dan juga ujung Utara. Banyak warga yang datang berguru dan mengaji pada Sunan Boto Putih.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help