Surya/

Berita Banyuwangi

Lewat e-BPHTB Banyuwangi Optimistis Lampaui Target

Dengan penerapan e-BPHTB ini mencegah permainan harga jual beli tanah dan bangunan, karena sistem ini terkoneksi dengan smartmap

Lewat e-BPHTB Banyuwangi Optimistis Lampaui Target
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi kantor Pajak Pratama Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pada 2016, target Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Banyuwangi tidak memenuhi target.

Kini dengan e-BPHTB, Banyuwangi optimistis bisa lampaui target.

Di 2016 realisasi pendapatan BPHTB sebesar Rp 23.411.641.623. Ini terealisasi 73 persen, dari target Rp 29,5 miliar.

Sedangkan tahun ini, target dari pendapatan BPHTB sebesar Rp 35,4 miliar.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, tidak terealisasinya target BPHTB, karena banyak wajib pajak yang tidak memasukkan harga tanah dan bangunan berdasarkan harga pasar.

"Tapi dengan e-BPHTB ini, wajib pajak harus memasukkan harga pasar. Kami optimistis tahun ini target bisa terealisasi," kata Huda, Rabu (14/6/2017).

Dengan penerapan e-BPHTB ini mencegah permainan harga jual beli tanah dan bangunan, karena sistem ini terkoneksi dengan smartmap yang ada di server data base Bapenda.

Smartmap menunjukkan peta lokasi tanah dan bangunan, yang telah ditentukan Nilai Obyek Pajak (NOP) di tiap wilayah.

”Dengan sistem ini tidak bisa nilai pembelian dikecilkan agar pajaknya kecil. Karena dengan sistem ini semua terlihat,” kata Huda.

Sistem ini, semua terkoneksi mulai dari Bapenda, KPP Pratama, Kantor Pelayanan Pajak, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPATS), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dan Badan Pertanahan Negara (BPN).

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help