Surya/

Berita Banyuwangi

Praktisi dan Akademisi Belanda Pelajari Budidaya Perikanan di Banyuwangi

Banyuwangi punya potensi perikanan budidaya, khususnya lele, nila dan udang yang prospeknya luar biasa bagus

Praktisi dan Akademisi Belanda Pelajari Budidaya Perikanan di Banyuwangi
surya/haorrahman
Praktisi perikanan dari Belanda mempelajari budidaya perikanan di Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sebanyak 10 praktisi perikanan Belanda yang berasal dari berbagai profesi dan disiplin ilmu, seperti akademisi, banker, pelaku usaha/petani, pengusaha cold storage, eksportir, dan pengusaha di sektor pengolahan/off farm, belajar pengelolaan perikanan di Banyuwangi.

"Kami mendengar Banyuwangi memiliki potensi besar di budidaya perikanan, karena itu kami kemari untuk mengetahui lebih banyak," kata Bettina Cavenagh, salah satu praktisi perikanan dari Larive International Belanda, Senin (12/6/2017).

Menurut Cavenagh mereka mendapat fasilitas dari Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, untuk belajar tentang potensi perikanan di Indonesia. Di Banyuwangi mereka belajar tentang aquaculture.

"Banyuwangi punya potensi perikanan budidaya, khususnya lele, nila dan udang yang prospeknya luar biasa bagus,” kata Cavenagh.

Mereka tiba di Banyuwangi pada Kamis (8/6/2017). Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, selama lima hari mereka mengunjungi berbagai lokasi perikanan budaya (aquaculture).

Menurut Cavenagh, negaranya sangat ingin mengembangkan potensi perikanan air tawar. Sebab di Belanda lautnya tidak begitu besar.

"Ada kemungkinan kami akan melakukan partnership di bidang growing industry aquaculture. Karena itu tujuan kami kemari ingin melihat dari dekat dulu, bagaimana program aquaculture di Banyuwangi ini berjalan,” ujarnya.

Para praktisi Belanda itu diajak untuk melihat potensi perikanan budidaya Banyuwangi.

Seperti budidaya udang windu di tambak Bomo, budidaya lele di kolam milik Mislan, Kelompok Karya Mina Lele di Desa Kedungrejo, Muncar, dan budidaya nila milik Kelompok Kawang Rona Timur Desa Wringinputih, Muncar.

Selain itu mereka juga berkesempatan mengunjungi coldstorage Istana Cipta Sejahtera, di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

Menurut Hary para praktisi ini juga juga tertarik dengan program 100.000 kolam ikan, melalui program Mina Tani, yakni usaha budidaya perikanan yang dilakukan bersamaan dengan pertanian.

Mina tani memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami tanaman pangan sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar. Misalnya saja mina padi, dan mina naga.

"Ini merupakan penjajagan potensi Banyuwangi di bidang perikanan, serta potensi lainnya yakni destinasi wisata dan budaya," kata Hary.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help