Surya/

Laporan Khusus

Kelangkaan Warung di Kota Wisata Batu Kian Parah Saat Malam

Sulitnya mencari makan di kawasan Kota Wisata Batu saat musim libur Lebaran, bukan hanya dikeluhkan wisatawan dari luar. Ini kata warga lokal...

Kelangkaan Warung di Kota Wisata Batu Kian Parah Saat Malam
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Rumah makan yang berada di Rest Area Karangploso ini memutuskan untuk libur saat lebaran nanti. Demikian halnya beberapa penjual makanan lain, juga banyak yang memilih tidak berjualan meski sedang banyak wisatawan berkunjung ke Batu. 

SURYA.co.id | BATU - Sulitnya mencari makan di kawasan Kota Wisata Batu saat musim libur Lebaran, bukan hanya dikeluhkan wisatawan dari luar. Warga Kota Batu sendiri juga mengaku sering kesulitan mencari tempat makan, terutama pada malam hari.

Menurut Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kondisi ini juga banyak terjadi di hari-hari biasa.

“Kalau hari biasa, di atas jam 22.00 WIB, sudah sulit cari tempat makan. Depot dan warung-warung sudah banyak yang tutup. Apalagi kalau pas libur lebaran, depot kebanyakan sudah tutup pukul 19.00 WIB,” ungkap Punjul.

Kondisi ini, menurutnya, bisa dimaklumi karena depot atau tempat makan juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit jika buka sampai tengah malam. Sementara saat hari biasa, pengunjung tidak banyak dan cenderung sepi.

“Kecuali saat long weekend atau high season,” lanjut dia.

Keluhan sulit mencari makan itu diakuinya sudah lama dan telah banyak masuk ke Pemkot Batu. Karena sudah berani mendeklarasikan diri sebagai Kota Wisata, Pemkot Kota Batu pun berusaha keras untuk mengatasi persoalan ini.

Di antaranya, mengizinkan dan memberdayakan PKL untuk beroperasi di jalan-jalan protokol pada malam hari. Seperti di Jalan Gajahmada, Panglima Sudirman, seputaran Alun-alun, dan sejumlah jalan utama lain. Namun, syaratnya PKL harus tertib dan membersihkan semua perangkat dagangan mereka setelah tutup.

Selain itu, Pemkot Batu juga berupaya membuka pusat-pusat kuliner baru. Seperti food court di Beji dan di beberapa tempat lain.

“Termasuk yang sekarang ini sedang dibangun adalah pusat kuliner di Alun-alun. Bangunannya dua lantai, nanti bawah untuk parkir dan atasnya untuk food court,” kata Wawali.

Di sisi lain, hotel-hotel dan sejumlah kafe juga terus berkembang di Kota Batu. Termasuk kafe-kafe, depot dan sejumlah tempat makan yang buka selama 24 jam, juga semakin menjamur.

“Artinya, masalah ini sudah terus berkurang. Memang butuh proses, tapi kami akan terus berusaha untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi wisatawan,” janjinya.

Dengan kondisi itu pihaknya optimistis saat lebaran Idul Fitri nanti, persoalan kesulitan mencari makan di Kota Wisata Batu, terutama saat malam hari, akan semakin berkurang. Bahkan, diharapkan tidak ada lagi persoalan tersebut seiring terus bertambahnya pusat-pusat kuliner dan tempat makan di berbagai sudut kota dingin ini. (ufi/fla/sun)

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help