Surya/

Berita Surabaya

Ajak Berhubungan Intim di Semak-semak, Ilham Murka Saat Tahu Ada Bekas Kecupan, Lalu. . Tragis

Sadis Benar Cara Pria ini Menghabisi Nyawa Istrinya. Diawali Bujuk Rayu dan Berakhir denagn Membakarnya.

SURYA.co.id | GRESIK - Anggota Satreskrim Polres Gresik telah menangkap Ilham Roiz, pria yang secara sadis membunuh istrinya di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, beberapa waktu lalu. 

Ilham ditangkap saat sedang kabur ke Solo, Jawa Tengah. 

Wakapolres Gresik, Kompol Wahyu Prista Utama yang memimpin rekontruksi pembunuhan di lokasi kejadian, Minggu (11/6/2017), mengatakan bahwa motif utama pembunuhan ini diduga karena tersangka cemburu lantaran mengira istrinya selingkuh. 

Kecurigaan itu muncul setelah Ilham sempat membaca pesan-pesan singkat di dalam ponsel istrinya. 

Karena kecemburuan itu, tersangka mengajak istrinya jalan-jalan dan membujuk rayu untuk berhubungan intim di tempat yang sepi Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo, dengan alasan di tempat kos ada anak-anak.

Dalam rekontruksi pembunuhan yang mencapai 18 kali itu terlihat betul bagaimana tersangka merencanakan tindak pidana pembunuhan. Mulai pura-pura membeli gado-gado sambil membeli bensin.

Kemudian mengajak berhubungan intim di semak-semak untuk mengetahui bekas kecupan orang lain di tubuh istrinya. Sehingga ketika menemukan bukti itu, tersangka langsung memukul istrinya sampai jatuh, kemudian dicekik. Selanjutnya dibakar hidup-hidup ketika istri masih sekarat.

"Motifnya karena sakit hati dan cemburu," kata Kompol Wahyu, Minggu (11/6/2017).

Atas perbuatan itu, tersangka Ilham Rois kelahiran Lamongan, dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 44 Ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan juncto Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Sekarang ini, dari rekontruksi itu, polisi menemukan barang bukti berupa ember, motor, kain dan korek api.

"Tersangka sendirian dalam kejahatan ini. Tidak ada orang lain yang membantu," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help