Surya/

Citizen Reporter

Suatu Hari di Perpustakaan Rengel, Tuban

perpustakaan warna jingga cerah ini terkesan membuat betah bagi pengunjungnya, hanya sayang tak memberi layanan di hari Minggu ...

Suatu Hari di Perpustakaan Rengel, Tuban
pixabay
ilustrasi 

Reportase Moch Nurfahrul Lukmanul Khakim SPd MPd
Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang

SUASANA perpustakaan berukuran sedang di pagi itu tampak lengang. Di tengah kesibukannya menata buku, para petugas perpustakaan tetap ramah menyapa pengunjung. Hawa dalam perpustakaan cukup sejuk dan nyaman. Empat meja baca besar berjajar rapi di samping masing-masing rak buku.

Lima rak buku berdiri kokoh menampung buku dari beragam genre. Jendela di sisi depan dan belakang menerangi meja dan rak buku dengan pencahayaan cukup dan mengalirkan udara sejuk. Saya langsung jatuh hati dengan segala kesederhanaan perpustakaan umum dan arsip Rengel ini.

Berdiri sejak 2011 dan dikelola dengan baik oleh Pemerintah Tuban, perpustakaan berwarna jingga cerah ini menampung lima ribu buku yang boleh dinikmati siapa saja. Tersedia dua ruang baca untuk umum dan anak-anak.

Ruang baca umum terdiri dari meja baca dan bangku panjang. Ruang baca anak didesain lebih santai, yaitu lesehan di atas karpet. Disediakan juga meja lipat khusus di  ruang baca anak.

Koran dan majalah langganan juga tersedia agar masyarakat sekitar Rengel selalu mendapat berita dan informasi terbaru. Warga juga dapat meminjam maksimal dua judul buku secara gratis selama dua minggu.

Cara mendaftar jadi anggota perpustakaan Rengel juga mudah. Cukup menyerahkan selembar fotokopi KTP dan pas foto ukuran 3x4.

Jam pelayanan perpustakaan di bulan Ramadan ini mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Sebelumnya, pelayanan dimulai pukul 07.00 – 15.00 WIB dari senin sampai jumat dan libur di hari minggu.

Koleksi buku perpustakaan memang masih belum menyentuh semua bidang tapi sebagian buku yang disediakan cukup mutakhir dan bermutu. Ada karya sastra, terutama genre novel-novel populer. Novel sejarah karya Pramudia Ananta Toer tersedia cukup lengkap di sini.

Selain itu disediakan buku-buku untuk pembelajaran, linguistik, motivasi, teknologi dan rohani Islam. Berbagai kartu permainan edukatif juga disediakan agar anak-anak betah belajar sambil bermain di perpustakaan.

Arsip-arsip Rengel juga disediakan dan bisa diakses di ruang referensi tapi tak diperkenankan untuk dipinjam.

Perpustakaan Rengel merupakan pioneer perpustakaan kecamatan yang dicanangkan di Tuban. Belum ada katalog terpadu berbasis online yang bisa diakses agar pengunjung bisa mencari buku dengan mudah.

Alangkah baik jika perpustakaan juga buka di hari Minggu seperti Perpuskota Malang agar masyarakat yang bekerja pada hari aktif tetap bisa memanfaatkan perpus di hari Minggu.

Sebagian koleksi buku juga kurang kontekstual dengan keadaan sosial dan budaya masyarakat sekitar Rengel. Mengingat banyak warga Rengel dan Tuban berprofesi sebagai petani, peternak dan pedagang, sebaiknya koleksi buku setiap perpustakaan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help