Surya/

Mensos Serahkan Bantuan PKH Non Tunai di Banyuwangi

Mensos Khofifah Indar Parawansa menyebarkan bantuan sosial nontunai Program Keluarga Harapan(PKH) kepada ratusan KK di Banyuwangi.

Mensos Serahkan Bantuan PKH Non Tunai di Banyuwangi
surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat memberikan bantuan non tunai PKH di Banyuwangi, Minggu (11/6/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 350 keluarga penerima manfaat (KPM) di kantor Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (11/6/2017).

Selain itu, Mensos juga memberikan hadiah pada 10 siswa berprestasi anak dari penerima PKH.

Saat menyerahkan PKH, Mensos didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Khofifah mengatakan, bansos yang diberikan pemerintah dalam bentuk nontunai merupakan wujud nyata kepedulian dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

"Bantuan diberikan kepada keluarga kurang mampu, juga untuk ibu hamil untuk perbaikan gizi dan bantuan untuk membiayai kebutuhan anak sekolah di keluarga kurang mampu," ujarnya.

Jumlah penerima kartu PKH yang diserahkan Mensos hari ini sebanyak 350 penerima untuk pencairan tahap satu dan dua yang besarnya sebanyak Rp 1 juta per penerima manfaat. Total penerima manfaat PKH di Banyuwangi mencapai 38.208 KPM.

Jumlah bantuan selama setahun sebanyak Rp1.890.000 per penerima manfaat dengan periode pencairan empat kali.

Khofifah mengatakan, bentuknon tunai ini merupakan pertama kalinya di Banyuwangi. Sebelumnya, Banyuwangi tercatat sebagai penerima bantuan tunai.

Dalam hal penyaluran bantuan non tunai di Banyuwangi, Kemensos bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Tidak hanya BTN, di beberapa daerah melalui Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Mensos meminta, bantuan yang bisa dicairkan melalui bank pemerintah itu digunakan dengan bijak agar tepat sasaran sesuai program Kemensos.

"Begitu uangnya dicairkan, jangan digunakan untuk membeli barang atau kebutuhan konsumtif lain. Jangan dihabiskan untuk Lebaran, karena sejatinya ini untuk kepentingan sekolah," katanya.

Sementara itu, Bupati Anas mengapresiasi kunjungan Mensos tersebut. Dikatakan dia, melengkapi program PKH, Banyuwangi juga mengembangkan program inovatif dalam mendukung pengentasan kemiskinan.

"Kami telah membentuk UGD Kemiskinan yang merupakan payung dari program kemiskinan kami. Dalam program itu setiap aduan masyarakat mulai rumah yang tidak layak huni, butuh bantuan kebutuhan primer, kesehatan, hingga anak-anak putus sekolah harus diselesaikan dengan cepat. Berkat program-program yang sinergis dengan pusat, kini angka kemikinan di Banyuwangi menurun lagi menjadi 8,79 persen," ujar Anas.

Anas melanjutkan, penyelesaian masalah kemiskinan tersebut tidak lagi harus diselesaikan di tingkat kabupaten, namun sudah didelegasikan ke tingkat desa.

"Banyak mandatory yang kami limpahkan ke desa, ini juga seiring dengan meningkatnya dana transfer ke desa," jelas Anas.

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help