Surya/

Citizen Reporter

Mengangkat Derajat dan Martabat Bahasa Indonesia

mengapa kau harus malu berbahasa Indonesia, bukankah kau lahir, besar, dan saat ini masih warga negara Indonesia?

Mengangkat Derajat dan Martabat Bahasa Indonesia
istimewa
ilustrasi 

Reportase Taufiqurrahman
Guru SDN Kapedi II dan pegiat Rumah Literasi Sumenep

MEDIA massa menjadi garda terdepan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pernyataan itu disampaikan Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Amir Mahmud, saat penyuluhan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi pengelola media massa, di Sumenep, Madura, Selasa (16/5/2017).

Menurut pria berkaca mata minus ini, penggunaan bahasa asing dalam media massa harus dihindari jika sudah ada padanan katanya. Ia merujuk Pasal 38 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 yang mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam rambu umum, penunjuk jalan, spanduk, dan alat informasi lainnya.

“Jangan sampai masuk ke suatu kampung seperti masuk ke negara asing karena semua spanduk dan rambu menggunakan bahasa Inggris,” ucap pria berkumis ini.

Amir mengajak peserta penyuluhan untuk memartabatkan bahasa Indonesia dengan selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam ragam tulis ataupun lisan.

Ia menambahkan, pemerintah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional sehingga bisa digunakan sebagai sarana komunikasi antarbangsa. Untuk itu, pada 2017 ini pemerintah berencana mengirim 220 pengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) ke berbagai negara.

Acara yang digelar di aula STKIP PGRI Sumenep ini dibuka Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Ia mengingatkan pentingnya pembinaan bahasa Indonesia karena saat ini penggunaan bahasa  Indonesia kerap dicampur dengan bahasa asing.

“Jangankan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, hingga sekarang banyak warga Sumenep yang masih belum bisa berbahasa Indonesia,” ungkap alumnus MAN Sumenep ini.

Penyuluhan tiga hari ini (16-18/5/2017) ini diikuti seratus peserta dari jurnalis dan pengelola media yang ada di Kabupaten Sumenep.

Drs Imam Budi Utomo, salah satu narasumber materi ejaan dan peristilahan bahasa dalam media massa menyarankan, menulis di media massa harus sesuai dengan kaidah sehingga maksud penulis bisa diterima pembaca.

Seringkali, lanjutnya, pembaca memahami salah terhadap tulisan di media karena tulisannya tak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Di sesi terakhir, peserta mendapat tugas membuat tulisan dengan menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peserta bebas memilih di antara tiga jenis tulisan, berita, feature, atau opini.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help