Surya/

Citizen Reporter

Awas Kepelet di Kedung Cinet

bak orang kena gendam, begitulah pesola Kedung Cinet di Jombang ini .. sekali kena pelet, susah menyadarkannya untuk kembali pulang.. oh Kedung Cinet

Awas Kepelet di Kedung Cinet
istimewa
kedung cinet 

Reportase Septa Widya Etika
Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

KEDUNG Cinet, terletak di Desa Pojok Klitih, Plandaan, Jombang. Sepintas, Kedung Cinet ini seperti berada di desa yang terpencil tanpa kelebihan apapun.

Akan tetapi, setelah mengunjunginya, dengan mengakses jalan setapak berbatu terjal dan melewati bukit-bukit, barulah mata terbuka setelah dimanjakan dengan pemandangan yang begitu eksotis.

Bisa dibilang, Kedung Cinet ini mirip dengan Tanah Lot di Bali. Hanya saja dalam versi sungai. Dibilang mirip dengan Tanah Lot karena tempat ini berstruktur sama, dari bebatuan alam.

Suara gemericik air semakin menambah syahdu suasana. Apalagi semakin jauh masuk hingga ke tengah-tengah hutan jati nan lebat.

Wisata Kedung Cinet sejatinya merupakan sungai yang terbentuk indah dari bebatuan yang mengeras bak cadas di sepanjang aliran sungai. Ditingkah air sungai yang berombak-ombak karena posisi bebatuan yang unik dan berpencar di tengah sungai menjadikan arus air terasa liar bagai ombak di lautan lepas.

Apalagi berwisata di Kedung Cinet ini tidak bakal menguras biaya besar karena wisata ini belum dikelola secara resmi oleh pemerintah daerah setempat. Wisatawan hanya perlu membayar parkir seikhlasnya saja.

Lagi pula, penduduk setempat sangatlah ramah, tanpa kecuali. Para wisatawan selalu diantar kemanapun mereka mau agar tidak tergelincir bebatuan yang licin karena ditumbuhi lumut. Selayaknya pemandu wisata karena mereka menyadari bahwa arus Kedung Cinet cukup jeram dan jarang disentuh manusia. Jasa inipun tanpa dipungut biaya.

Di banyak titik, banyak sumber-sumber air kecil namun berarus cukup deras. Meskipun demikian, wisatawan enggan beranjak dan rela menghabiskan waktu berlama-lama di Kedung Cinet karena suasananya yang masih sangat asri.

Udara sejuk dan angin sepoi-sepoi melengkapi suasana hutan nan damai. Selain itu, ada fasilitas yang ditawarkan oleh warga sekitar yang mengelola tempat ini, yaitu rafting ala-ala.

Wisatawan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp10.000 untuk menikmati fasilitas ini. Waktu rafting pun tidak dibatasi. Dijamin, wisatawan tidak akan kecewa karena suasana di sana masih sangat alami, dari sudut manapun.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help