Dapat Bantuan Rp 2,7 Trilliun, ini Rute Trem yang Akan Dibangun Tahun ini di Surabaya

Pemkot Surabaya secara bertahap dimulai tahun ini akan mulai membangun jalur trem di Surabaya. Di tahun ini, jalur ini dulu yang akan dibangun.

Dapat Bantuan Rp 2,7 Trilliun, ini Rute Trem yang Akan Dibangun Tahun ini di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kepala Bappeko Surabaya, Agus Imam Sonhaji bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menandai titik yang akan menjadi lokasi pemberhentian trem di Jalan Tunjungan, Kamis (8/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proyek trem yang akan mulai dikerjakan tahun ini mendapat kucuran anggaran dari APBN. Proyek ini akan dibangun bertahap dengan anggaran mencapai Rp 2,7 trilliun. Anggaran tersebut untuk membangun 17 kilometer jalur trem.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menegaskan proyek ini ditarget kelar tahun 2019 dan sudah bisa dinikmati warga Surabaya. Sedangkan tahun ini, pembangunan jalurnya masih akan masuk dalam tahap pertama, yaitu untuk rute dari Joyoboyo hingga Siola.

"Anggaran dana Rp 2,7 trilliun itu nanti total sudah sampai jembatan merah. Pak menteri perhubungan sudah minta untuk selesai tahun 2019," kata Risma, Kamis (8/6/2017).

Untuk penyiapan fisiknya, saat ini pemkot sudah melakukan pengukuran di Jalan Tunjungan. Karena nantinya akan dibangun dari titik balik di Jalan Tunjungan.

"Persiapan Jalan Tunjungan tadi siang sudah kami ukur. Lalu persiapannya juga kita sudah bebaskan Jalan Simpang Dukuh untuk rekayasa lalu lintasnya," kata Risma.

Sebab dengan dikurangi jalur trem, maka kapasitas jalan akan berkurang sehingga dibutuhkan rekayasa pengalihan arus. Salah satunya arus lalin dilewatkan Jalan Genteng Kali dan lurus ke Jalan Simpang Dukuh. 

"Tanahnya punya PU, besok pagi kita akan bongkar bangunan yang ada di sana supaya segera dikerjakan. Karena PU juga sudah tender dan sudah ada pemenangnya," kata Risma.

Di sisi lain, Kepala Bappeko Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, uang dari pusat tidak dikelola oleh pemkot.

Melainkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian selalu yang mendapatkan tugas untuk reaktivasi jalur trem.

"Bicara anggaran tahun ini digelontor Rp 500 miliar. Tahun depan lebih besar, ada Rp 600 miliar," kata Agus.

Ia menyebutkan, untuk stasiun trem di Jalan Tunjungan, titiknya ada di depan parkiran TEC Gedung Siola.

Usai pengukuran, pemkot sudah memberi penanda bahwa di titik itulah nantinya akan dibangun tempat pemberhentian trem. 

"Jalurnya untuk tahap satu ini dari Joyoboyo - Darmo - Urip Sumoharjo - Basuki Rahmat lalu di lonceng belok masuk ke Jalan Tunjungan. Jadi nggak sampai Jalan Embong Malang," tegas Agus.

Untuk jumlah rolling stoknya dimungkinkan hanya separo dari 25 unit yang rencananya untuk total jalur trem sampai Jembatan Merah.

Namun nanti masih akan dihitung oleh Satker Dirjen Perkeretaapian.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved