Surya/

Berita Surabaya

Komunitas Nol Sampah Dorong Rumah Sakit Pilah dan Olah Limbah Medis

Limbah medis yang didaur ulang itu bisa dimanfaatkan sebagai ember dan juga bahan plastik yang selain untuk tempat makanan.

Komunitas Nol Sampah Dorong Rumah Sakit Pilah dan Olah Limbah Medis
surya/fatimatuz zahroh
Komunitas Nol Sampah dan Timdis RSUD Dr Soetomo memperlihatkan pengolahan limbah medis, Rabu (7/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas Nol Sampah mendorong rumah sakit untuk mengelola limbah medis.

Sebab berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan No 1240 Tahun 2004, tidak semua limbah medis harus dibakar dan dibuang.

Melainkan ada sejumlah item limbah yang bisa diolah atau didaur ulang. Misalnya tempat cuci tangan, botol infus bekas, dan jeriken cairan hermodialisa.

"Jenis item limbah medis itu bisa didaur ulang dengan treatment tertentu dan pengoalahan tertentu. Asalkan tidak digunakan untuk tempat makanan dan minuman," ulas Direktur Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, Rabu (7/6/2017) saat ditemui di pengolahan limbah medis RSUD Dr Soetomo.

Limbah medis yang didaur ulang itu bisa dimanfaatkan sebagai ember dan juga bahan plastik yang selain untuk tempat makanan.

Ia menyebutkan, belum semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Surabaya yang sudah melakukan pengolahan limbah medis yang bisa didaur ulang.

"Yang sudah baru RSUD Dr Soetomo dan RS Haji. Kalau yang lain masih diproses dengan pembakaran. Padahal kalau bisa diolah akan lebih baik dan bisa mengurangi efek rumah kaca," ucap Wawan.

Menurutnya pengolahan limbah medis di RSUD Dr Soetomo bisa dijadikan contoh.

Sebab di rumah sakit ini, penanganan limbah medis sudah ditangani sejak dari bangsal rumah sakit.

"Mereka memilah sampah yang bisa didaur ulang denganimbah medis yang lain. Dan mereka memiliki sistem pengahan limbah sendiri di rumah sakitnya," kata Wawan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help