Berita Unik

Usai Menato 90 Persen Tubuh, Mata dan Membelah Bibir Jadi 2, Kondisi Pria ini Memprihatinkan

90 Persen Tubuhnya Ditutupi Tato (300 Tato), Bagian Putih Matanya Ditato Hitam dan Lidahnya DIbelah Dua. Kondisinya Kini Memprihatinkan.

Usai Menato 90 Persen Tubuh, Mata dan Membelah Bibir Jadi 2, Kondisi Pria ini Memprihatinkan
mirror
King of Ink Land King Body Art The Extreme Ink-Ite 

SURYA.co.id - Pria bertato paling banyak di Inggris terancam kehilangan lengannya setelah tubuhnya menolak implan yang ditanam di lengannya.

Pemilik nama asli Mathew Whelan itu  sedang menunggu operasi pembedahan di Rumah Sakit Heartlands Birmingham.

Pria berusia 37 tahun, yang mengganti namanya dengan  King of Ink Land King Body Art The Extreme Ink-Ite lebih dari 90% tubuhnya ditutupi tato dengan jumlah sekitar 300 tato.

Tak itu saja, dia juga mengganti bagian putih matanya dengan warnai hitam.

Serta melepaskan putingnya untuk memberi ruang bagi tato, mengukir 'tanda gigi' ke telinganya dan membelah lidahnya menjadi dua.

King of the ink
King of the ink (mirror)

Kini, dia harus berjuang di bangsal rumah sakit yang pernah ditempati delapan tahun lalu. 

Saat itu dia hampir meninggal setelah ditikam oleh seseorang di dekat sebuah kantor polisi Birmingham pada tahun 2009.

"Saya memiliki implan di lengan saya pada tahun 2015. Saya juga memiliki implan mahkota di tangan dan tengkorak serta di dada saya," kata Raja Tato dari Bordesley Green, Birmingham

Sayangnya kini implannya itu sudah pecah.

"Ini adalah benda asing yang tidak dimiliki tubuh dan telah mulai ditolak. Perlu segera dihapus atau bisa sangat serius dan saya bisa kehilangan lengan saya," akunya. 

Mathew Whelan sebelum gila tato
Mathew Whelan sebelum gila tato (mirror)

King of Ink menambahkan: "Delapan tahun yang lalu saya memperjuangkan hidup saya setelah menikam dan dirawat di rumah sakit di Heartlands. Yang aneh sekarang adalah saya berada di bangsal yang sama persis di sebelahnya berjuang untuk mempertahankan lengan saya," kata King dikutip dari Mirror. 

Penulis: Musahadah
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved