Surya/

Citizen Reporter

Belajar Karakter dari Teater

ada kegembiraan, luka, amarah, juga bahagia yang coba disampaikan para pemain dari lelakon yang mereka mainkan malam itu ...

Belajar Karakter dari Teater
pixabay
ilustrasi 

Reportase Iin Rismawati
Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo

PAGUYUPAN Seni Teater Ponorogo (PTSP) menggelar serangkaian pementasan yang diikuti berbagai komunitas teater di Ponorogo. Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ponorogo, acara dihelat di Gedung Kesenian Jalan Pramuka Ponorogo setiap dua bulan sekali.

Pentas edisi kedua pada Sabtu, 13 Mei 2017 lalu itu menyuguhkan dua judul dari komunitas teater berbeda, Potter dan Wengker dari SMPN 2 Ponorogo dan MAN 2 Ponorogo.

Tata panggung sederhana, namun apik dan menarik dengan latar hitam pekat menjadikan malam semakin gelap. Tata lampu sesekali dibuat terang, namun lebih kerap remang-remang.

Penonton memenuhi tempat yang ada. Ada yang lesehan, ada pula yang duduk di podium. Acara yang menarik untuk mengisi akhir pekan.

Pukul 19.00 WIB acara dimulai dengan menyajikan aksi Teater Potter lewat lelakon Sejatining Katresnanan karya Aulia Nugraha SPd yang ditampilkan penuh peghayatan.

Tepuk tangan meriah penonton mengakhiri penampilan mereka. Dipandu tiga pembawa acara sekaligus, pentas diwarnai aksi pantomim Kak Fajar yang memeragakan seorang memancing. Lucu dan menarik.

Malam kian larut, acara berlanjut dengan penampilan Teater Wengker lewat judul Kidung Kolo Bebendu yang artinya cinta akan selalu melahirkan air mata.

“Pentas ini mengisahkan seorang gadis bernama Puteri Ayu yang merindukan kasih sayang ibu. Namun ia menemukan lelaki sebagai pengganti ibunya yang sanggup memberikan cinta dan kasih sayang. Namun sang ayah tak merestui hubungan mereka karena perbedaan etnis dan agama,” terang Andri Sugombloh, si penulis naskah.

Kendati acara diakhiri pukul 21.00 WIB, namun masih ada sarasehan jagongan kreatif untuk membahas dua pertunjukkan malam itu. Acara yang menarik dan kreatif untuk mengasah kemampuan berakting para pemainnya dan sebagai hiburan gratis bagi penikmatnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help