Surya/

Pesona Ramadan

VIDEO - Pantai Boom Tuban, Saksi Ekspedisi Pamalayu 1275 hingga Penyebaran Islam

PANTAI BOOM TUBAN. Dari sinilah pada tahun 1275 Masehi, pasukan Singosari dari Malang berangkat untuk menaklukkan Kerajaan Melayu di Jambi.

REPORTER: AFLAHUL ABIDIN

VIDEOGRAFER: M TAUFIK

SURYA.co.id - Pantai Boom. Itulah nama masa kini untuk pelabuhan tua di Tuban, Jatim.  Pelabuhan ini sudah dipakai setidaknya sejak Kertanegara dari Singosari, Malang memulai Ekspedisi Pamalayu.

Dari pelabuhan inilah, pada tahun 1275 Masehi, pasukan Singosari berangkat untuk menaklukkan Kerajaan Melayu di Jambi.

Penulis Parakitri Simbolon dalam buku Menjadi Indonesia menyebutkan, sebelum memulai ekspedisi ini, Kertanegara sudah memecat patihnya yang bernama Kebo Arema alias Raganatha. Ia dipecat sebab tidak menyetujui serangkaian ekspedisi militer.

Pada masa selanjutnya, Pantai Boom juga dipakai sebagai tempat pendaratan pasukan Mongol tahun 1293 untuk menghukum Singosari.

Saat Singosari runtuh dan diteruskan Raden Wijaya dengan menegakkan Majapahit. pelabuhan ini ditetapkan sebagai pelabuhan internasional.

Selanjutnya, pada masa senja kekuasaan Majapahit, Pantai Boom tempo dulu juga menjadi pintu masuk bagi pada pedagang sekaligus penyebar agama Islam.

Salah satu buktinya, tak jauh dari pantai itu terdapat makam Sunan Bonang, bagian dari Walisanga atau Walisongo. 

Sayangnya, kini tidak ada lagi jejak khusus dari masa silam di Pantai Boom kecuali dua sumber air tawar di pelabuhan yang dikenal sebagai Tirtha Jaladhi atau sumber air tawar di laut.

Baca: VIDEO - Menelusuri Jejak Peninggalan Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti

Baca: VIDEO - Menyusuri Jejak Islam Peninggalan Sunan di Situs Giri Kedaton

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help