Surya/

Pesona Ramadan

Ponpes Maskumambang, Gresik: Tempat Mondoknya Pejuang Era Prakemerdekaan

Lokasi pondok yang dibangun berada di tempat hutan belukar. Semak-semak tebal dan pohon-pohon tinggi memenuhi lokasi.

Ponpes Maskumambang, Gresik: Tempat Mondoknya Pejuang Era Prakemerdekaan
surya/m taufik
Asrama satri putra dan Pemangku Ponpes Maskumambang, Drs KH Fatihuddin Munawir. 

SURYA.co.id | GRESIK – (Alm) KH Abd Jabbar teregerak membentuk para kader dai di Kabupaten Gresik. Saat itu tahun 1859 Masehi. Ia mendirikan sebuah Pondok Pesantren Maskumambang di Desa Saembungan Kidul, Kecamatan Dukun. Masyarakat saat ketika itu masih jauh dari peradaban Islam.

Lokasi pondok yang dibangun berada di tempat hutan belukar. Semak-semak tebal dan pohon-pohon tinggi memenuhi lokasi.

Jabbar memilih untuk mendirikan sebuah surau yang memilikimiliki tiga kamar kecil di sana. Para santri yang diajar yakni para putra dan penduduk sekitar.

Sistem pendidikan yang dipilih untuk pesantren ketika itu adalah dakwah untuk perjuangan kemerdekaan. Para santri dibekali dengan ilmu pembinaan bakat dengan semangat berjuang. Agama Islam disisipkan untuk membentuk santri agar berjuang.

“Sehingga pada saat itu belum ada pendidikan formalnya,” kata Pemangku Pesantren Drs KH Fatihuddin Munawir.

Nama Maskumambang untuk pesantren diambil dari salah satu judul tembang gubahan Sunan Kudus. Isi tembang cerita tentang kehidupan seseorang mulai dari roh hingga menjadi bayi yang dilahirkan dalam keadaan kesakitan.

Pendapat ini berdasar pada pembangunan pesantren yang merupakan wujud keprihatian Abdul Djabbar terhadap kehidupan masyarakat yang jauh dari Islam.

Sementara dari etimologi, nama Maskumambang juga kemungkinan diambil dari gabungan kata "mas" dan "kumambang". "Mas" artinya emas atau perhiasan. "Kumambang" berarti "kambang" (bahasa jawa) yang mendapat sisipan -um. Arti kata itu adalah mengambang (mengapung).

Pada awal berdiri, pesantren Maskumambang juga menjadi maskas pejuang kemerdekaan dari Gresik, Surabaya, dan Lamongan.

Jabbar meninggal tahun 1907. Kepemimpinan pesantren diteruskan sang putra, KH Moch Faqih. Ia kemdian dikenal dengan nama Kiai Faqih Mas Kumambang.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help