Surya/

Pesona Ramadan

Dua Sumber Air Tawar Ada di Laut

Di dinding sumur, juga dibuatkan prasasti plus cerita singkat tentang kejayaan dermaga di Pusat Kota Tuban tersebut.

Dua Sumber Air Tawar Ada di Laut
surya/m taufik
SUMUR AIR TAWAR - Satu hal yang unik di Pantai Boom adalah adanya sumber air tawar di laut. Di dermaga di sebelah utara Alun-alun Tuban itu setidaknya ada dua sumber air tawar. 

SURYA.co.id | TUBAN - Satu hal yang paling banyak dikenal orang dari Pantai Boom adalah dua sumber air tawar yang ada di laut atau yang dikenal dengan sebutan sumur Titrhajaladhi. Inipula yang menjadi salah satu ikon utama ketika Pelabuhan Kuno tersebut dipugar oleh Pemkab Tuban dan diubah menjadi tempat wisata beberapa tahun silam.

Sekarang, dua sumber air itu sudah dibuatkan sumur lengkap dengan atap pelindungnya. Lokasinya berada di sisi kanan dan sisi kiri jalan utama, setelah melewati loket masuk. Di dinding sumur, juga dibuatkan prasasti plus cerita singkat tentang kejayaan dermaga di Pusat Kota Tuban tersebut. 

“Sekarang sudah bagus kondisinya. Kalau dulu, tidak terlihat seperti sumur karena hanya dipisah dengan beberapa bongkahan batu,” ujar Heri, seorang warga yang tinggal tak jauh di komplek wisata Pantai Boom, Minggu (4/6).

Diceritakan dia, sebelum dermaga ini dibangun, sumber air tawar berada di bagian selatan sisi timur dermaga. Diantara bongkahan batu-batu besar, sumber air tawar ini biasa dipakai untuk mandi, mencuci dan sebagainya oleh warga sekitar. 

“Tapi kalau air laut sedang pasang, sumber air tersebut tidak terlihat karena tertutup air laut. Namun begitu surut, kembali bisa dimanfaatkan. Airnya tetap bersih. Saya juga sering cuci muka di sumur tersebut setiap kali main ke Boom,” kisahnya.

Sementara satu sumber air lainnya, menurut pria bertubuh tegap ini, letaknya di sisi barat dermaga agak ke tengah atau beberapa puluh meter ke utara. Lokasinya lebih berada di tengah laut, hanya saja, sumur itu di daratan dermaga.

“Yang satunya itu, dulu sudah dibuatkan rumah-rumahan kecil untuk menutupinya. Dan yang ini, tidak terpengaruh kondisi air pasang-surut karena berada di atas dermaga,” lanjut Saiful, juga warga yang tingal di Kota Tuban.

Sama dengan sumur satunya, sumber air tersebut juga biasa dimanfaatkan oleh warga sekitar dan para nelayan yang sedang sandar di sana. Maklum, sejak dulu, di kawasan ini banyak dipakai sandar para nelayan dari berbagai daerah.

Namun, ditanya tentang asal-usul dua sumur tersebut, sejumlah warga mengaku kurang paham. Termasuk beberapa petugas pengelola Boom, juga mengaku tidak tahu persis cerita di balik keberadaan dua sumber air tawar yang ada di sana. (ufi/fla)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help