Surya/

Citizen Reporter

Dengarlah Senandung Argopuro

cuaca semakin dingin diselingi dengan upacara bakar dupa, sebagian lampu dimatikan yang mengubah suasana seperti mistik dan sakral... saat itulah ...

Dengarlah Senandung Argopuro
pixabay
ilustrasi 

Reportase Moh Imron
Pegiat literasi di Komunitas Penulis Muda Situbondo

ARGOPURO Festival 2 atau Argopuro Fest 2 merupakan seni pertunjukan tahunan dalam kemasan gerak, vokal, rupa, bunyi dan sastra yang dihajat Reng Cinta Besokeh (RCB) dan Sanggar Musik Sambalado.

Melalui urunan, ngamen dan pinjam pakai alat musik dari berbagai komunitas di wilayah tapal kuda peduli, Argopuro Fest mengusung tajuk kembali ke alam menjadi perayaan dua hari, 12-13 Mei 2017 di lereng Gunung Argopuro, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Kegiatan untuk merayakan kegembiraan bersama merawat alam yang telah banyak memberi kehidupan manusia. Selain, sebagai silaturrahmi seni, saling belajar, bekerjasama, gotong royong, saling mengapresiasi sekaligus menciptakan ruang berkreasi dan berkarya bagi masyarakat, khususnya Situbondo.

Saya tiba di sana sore, di hari kedua. Memasuki pintu dari bambu dipercantik dengan aksesori gantung. Pentas beralas tanah, rerumputan, dan taburan jerami di sana sini.

Tiga gunung terbuat dari bambu dan tulisan Argopuro Fest 2 dari jerami menjadi ikon manis di latar belakang pentas. Tampak pula pemandangan indah lereng gunung yang dibelah aliran sungai.

Gajapadhma, kolaborasi alat musik tradisi dan tari, membuka pentas, dilanjut dengan puisi dari Galih dan Erwin. Kemudian panitia dan peserta menanam pohon bersama-sama.

Begitu malam tiba, pertunjukan dilanjutkan dengan solo gitar Sam dan Jovan, dilanjut perkusi Sardula Kelana. Cuaca yang semakin dingin diselingi dengan upacara bakar dupa. Sebagian lampu dimatikan mengubah suasana seperti mistik dan sakral.

Di momen itulah salah satu penampilan Art Project; kolaborasi sitar, tari dan melukis, menghentak. Menurut Arif Wijayanto, penampilan itu sebagai persembahan kepada sosok legendaris di balik Gunung Argopuro, Dewi Rengganis.

Pentas berganti saat Marijuana Band hadir dengan lagu-lagu persembahkan untuk Indonesia. Marijuana pesimistis melihat perpecahan dan konflik yang gencar disiarkan di layar kaca. Namun ia meyakini dengan semangat berkarya di Argopuro Fest 2, mereka optimistis.

Lembayung Band, Behel Berduri. Remember Me, dan seluruh peserta menyanyi bersama sebagai hidangan penutup.

 “Ini kegiatan positif yang dilakukan teman-teman muda, menanam pohon bersama, mengangkat budaya yang ada di Kecamatan Sumbermalang,” komentar Bismi sembari berharap Argopuro Fest akan terus ada dan konsisten diadakan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help