Gadget

Bisnis Ponsel Lesu, LG Geber Program Tukar Tambah LG G6

Meski sudah memasuki Ramadhan, namun pasar ponsel sampai kini masih lesu. Untuk mendongkrak penjualan, LG membuat program tukar tambah LG G6.

Bisnis Ponsel Lesu, LG Geber Program Tukar Tambah LG G6
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Seorang pramuniaga mencoba kemampuan tahan air LG G6 saat pameran bersama Apollo di Galaxy Mall Surabaya, Senin (5/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar ponsel saat ini sedang lesu. Untuk mendorong pertumbuhan penjualan menjelang Ramadhan, LG G6 menggelar promo trade in alias tukar tambah di Galaxy Mall, Surabaya. 

Andrew, Retail Operation Head Mobile Communications Division PT LG Electronics Indonesia, mengatakan, selama program trade in atau tukar tambah ini, pihaknya mentargetkan penjualan lebih dari 500 unit seri G6.

"Saat launching lalu, respon pasar cukup positif, meski harga masih di kisaran Rp 9,999 juta. Untuk program trade in saat ini, harga sudah turun jadi Rp 8,999 juta," jelas Andrew.

Harga baru itu, menurut Andrew tidak hanya untuk menarik konsumen, tapi juga menaikkan daya saing LG G6 yang lebih kompetitif. Apalagi andalan seri ini adalah kemampuannya saat di dalam air yang tetap bisa operasional.

"Ada teknologi water & dust resistant yang membuat smartphone ini tahan air dan debu," tambah Andrew.

Irwan Hariyanto, owner Apollo Group, toko retail yang digandeng LG untuk program trade in, menambahkan, saat ini pasar ponsel sedang lesu.

"Namun dengan trade in pasar bergairah. Mampu tumbuh positif. Apalagi di bulan Ramadhan ini, penjualan ponsel baru mulai ramai," jelas Irwan.

Upaya untuk mencapai target penjualan G6 yang masuk kelas premium ini, Apollo menggandeng Bank Mandiri sebagai salah satu jenis layanan pembayaran non tunai dengan promo diskon.

Menurut Irwan, transaksi penjualan ponsel di Apollo saat ini yang secara non tunai mencapai 75 persen. Dari jumlah itu, dengan kartu kredit maupun debet mandiri mencapai 25 persen.

"Jadi dalam trade in ini, kami optimis pemegang kartu Mandiri akan banyak yang melakukan transaksi karena promo yang menarik," tambah Irwan.

Sementara itu, Susatyo Anto Budiyono, Senior Vice President Regional Transaction and Consumer Head, Bank Mandiri Region VIII, menambahkan, saat ini trend belanja gadget dengan non tunai cukup besar.

"Dari lima segmen yang transaksinya menggunakan kartu Mandiri, segmen terbanyak pertama adalah elektronik dan gadget. Kedua fashion dan jawellary, kemudian ketiga, SPBU dan keempat Horeca (Hotel, Restauran dan Cafe)," jelas Susatyo.

Sementara khusus untuk gadget mencapai 7,5 persen dan di tahun ini, diprediksi stagnan dibanding tahun 2016.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved