Surya/

Pesona Ramadan

Aturan Ketat Berbusana di Ponpes Maskumambang; Berpakaian Tak Sopan Dilarang Bertemu Santri

Untuk santri perempuan, mereka dilarang untuk memakai make up yang berlebihan. Penghias wajah lipstik tak boleh dipakai.

Aturan Ketat Berbusana di Ponpes Maskumambang; Berpakaian Tak Sopan Dilarang Bertemu Santri
surya/m taufik
Para santri putra memakai jas dan berkopyah. 

SURYA.co.id | GRESIK - Ponpes Maskumambang mempunyai aturan yang cukup ketat. Bukan hanya untuk santri, aturan juga berlaku untuk para pengunjung. Pun termasuk keluarga yang ingin menjenguk santri.

Keluarga santri yang ingin menjenguk kerabatnya dilarang datang dengan pakaian yang tak seronoh. Bagi perempuan, mereka tak boleh mengenakan busana yang ketat atau yang memperlihatkan aurat. Jika sampai hal demikian terjadi, mereka tak akan bisa menemui santri.

Untuk santri perempuan, mereka dilarang untuk memakai make up yang berlebihan. Penghias wajah lipstik tak boleh dipakai. Pihak pengelola ponpes ingin meminimalisir hal-hal buruk, terutama jika perias tersebut dikenalan di luar lingkungan pondok.

"Orang luar akan tahu santri kami dari penampilannya. Berbeda dengan ponpes santri lain," kata Pemangku Pesantren Drs H Fatihuddin Munawir, ketika ditemui di kediamannya di lingkungan ponpes.

Para santri laki-laki juga tak diperbolehkan berperilaku yang kurang baik, seperti merokok. Untuk meningkatkan ibadah, ponpes juga mewajibkan para santri untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

"Kantin tidak boleh buka (saat siang hari) Senin dan Kamis," katanya.

Ia mengatakan, semua aturan tersebut untuk membentuk karakter yang baik. Karakter baik, kata dia, secara tidak langsung bakal mempengaruhi prestasi santri.

Senin-kamis puasa. Kantin tidak boleh buka. Induk juga. Semua wajib. Lagi, prestssi anak itu apabila karakter bagus.

Pengembangan karakter santri merupakan salah satu fokus pendidikan di Pesantren Maskumambang.

Penilaian karakter pun dilakukan khusus oleh murobbi. Di kalangan umum, kedudukan murobbi setara dengan wali kelas.

Hanya saja murobbi di Maskumambang mempunyai tugas lebih. Setiap santri yang ingin masuk ke kelas harus bertemu dengan murobbi terlebih dulu. Ia mengatakan, murobbi juga harus berada di kelas selama waktu pelajaran.
“Ia yang memberi laporan kepada kepala sekolah,” tuturnya.

Di luar ponpes, murobbi menjadi pegawas. Ia menjelaskan, mereka tetap memantau perilaku santri di luar sekolah. Itu sebabnya, menurutnya, tugas murobbi menyeluruh untuk menilai karakter seorang santri.

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help