Surya/

Lapor Cak

Selain di Rumah Sakit, Dispendukcapil juga Buka Layanan Akta Lahir di Puskesmas

"Yang sudah kami integrasikan adalah puskesmas yang memiliki layanan inap. Kalau yang tidak melayani rawat inap masih belum," ujar Suharto Wardoyo.

Selain di Rumah Sakit, Dispendukcapil juga Buka Layanan Akta Lahir di Puskesmas
surya/fatimatuz zahro
Moh Suharto Wardoyo 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menegaskan layanan ini pembuatan akta kelahiran di fasilitas kesehatan bukan hanya berlaku di rumah sakit saja. Melainkan juga di puskesmas.

Disampaikan Suharto ada sebanyak 21 puskesmas yang sudah diintegrasikan data dengan Dispendukcapil. Memang belum semua puskesmas di Surabaya yang bisa memberikan layanna ini.

"Yang sudah kami integrasikan adalah puskesmas yang memiliki layanan inap. Kalau yang tidak melayani rawat inap masih belum. Di antaranya Puskesmas Jagir," ucap Suharto, Minggu (4/6/2017).

Pihaknya mengaku ke depan akan lebih diperbanyak jangkauan untuk warga yang bisa mendapatkan layanan ini. Namun meski begitu, warga yang melahirkan di praktik bidan juga bisa mendapatkan layanan ini.

"Tapi kalau memang tidak melahirkan di fasilitas kesehatan yang tidak ada layanan ini tetep bisa menggunakan layanan mobile. Kita akab mengirimkan lewat pos," ujarnya.

Meski baru di-launching saat HJKS Ke 724, namun sejumlah warga Surabaya sudah banyak yang memanfaatkan layanan ini. Ada lebih dari seratus warga yang sudah memanfaatkan layanan ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan layanan ini baru ada di Surabaya. Dan layanan ini akan semakin mempermudah warga untuk memperoleh berkas kependudukan.

"Saya kira nggak ada kota lain yang melayani sampai sejauh ini seperti Surabaya. Silahkan dimanfaatkan," ucapnya.

Selain itu menurutnya adanya layanan ini juga upaya melengkapi hak anak untuk mendapatkan identitas dan layanan kependudukan. Sebab dokumen ini tentunya dibutuhkan oleh anak saat akan mengurus berkas penting. Seperti mendaftar sekolah, ijazah, KTP hingga paspor.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help