Surya/

Berita Surabaya

Polisi Surabaya Hentikan Konvoi Motor Harley Davidson, Ternyata. . .

Salah satu rombongan Harley Davidson yang diperiksa kelengkapan surat adalah Edo yang menjabat Humas HDCI Surabaya.

Polisi Surabaya Hentikan Konvoi Motor Harley Davidson, Ternyata. . .
Surya/anas miftakudin
Polisi Surabaya saat memeriksa kelengkapan surat kendaraan pengendara Harley Davidson di Jalan Panglima Sudirman saat razia tertib lalu lintas, Sabtu (3/5). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satlantas Polrestabes Surabaya menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Panglima Sudirman dekat Monumen Bambu Runcing, Surabaya, Sabtu (3/6/2017).

Mereka juga menghentikan sedikitnya 10 motor gede (Moge) jenis Harley Davidson

Ketika razia berlangsung, petugas yang dipimpin langsung Kasat Lantas AKBP Ade Wira Negara Siregar meminta agar pengendara mengeluarkan surat kelengkapan kendaraan.

Ke-10 pengendara moge yang tergabung dalam Harley Davidson Community Indonesia (HDCI) Surabaya langsung mengekuarkan STNK dan SIM dari dompet masing-masing.

AKBP Ade Wira dan anak buahnya pun langsung mengecek nopol kendaraan yang ditumpangi rombongan. Bahkan pihaknya tidak mengistimewakan pengguna motor gede.

"Surat-suratnya lengkap. Mereka kami periksa sesuai prosedur. Kalau ada yang tidak lengkap kami tindak sesuai prosedur," tandasnya.

Salah satu rombongan Harley Davidson yang diperiksa kelengkapan surat adalah Edo yang menjabat Humas HDCI Surabaya. “Meski ada razia, kami santai saja karena kami taat aturan, STNK dan SIM ada. Setelah kami tunjukkan dan diperiksa akhirnya disuruh melanjutkan perjalanan,” ujar Edo.

Sementara itu, Ketua HDCI Surabaya Tony Wahyudi yang biasa dipanggil Yudi Gendut, menegaskan, siapa saja harus patuh dan taat dengan aturan termasuk pengendara moge.

"Kami sudah melakukan pembinaan agar tertib dan zero accident di jalan raya," terang Yudi.

Menurutnya, jika ada anggota HDCI diperiksa saat razia dan dinyatakan melanggar, seperti tidak membawa STNK atau SIM, harus bertanggung jawab dan rela ditilang polisi. "Tapi alhamdulillah saat ada razia di Bambu Runcing, semua anggota HDCI lengkap,” terangnya.

Klub yang dipimpinnya itu tidak hanya touring atau jalan-jalan saja. Namun kegiatan sosial menjadi tujuan utama bagi HDCJ. Misalnya, selama bulan puasa ini melakukan kegitan bagi-bagi takjil, buka puasa, sahur on the road, bagi-bagi sembako, paket lebaran bagi kaum dhuafa dan anak yatim.

"Itu semua dana dari hasil urunan anggota HDCI yang kebetulan diberi rezeki lebih," papar Yudi.

Kegiatan sosial di luar bulan Ramadan, misalnya, melakukam bedah rumah, memberi modal usaha, bea siswa, sumbangan ke yayasan kanker Surabaya dan ambulan gratis 24 jam.

"Kita semua hidup harus menyatu dengan orang lain dan harus saling memberi," tegas Yudi. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help