Surya/

Wisata Kuliner Kediri

Dusun Jengkol, Pusat Sate sampai Kripik Bekicot di Kediri

SATE 02: setiap hari Bu Arlik menghabiskan 50 kilogram daging bekicot yang diolah menjadi sate, krengsengan dan kripik bekicot.

Dusun Jengkol, Pusat Sate sampai Kripik Bekicot di Kediri
mohammad romadoni
Krengsengan Bekicot dari Dusun Jengkol, Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Tak hanya dikenal sebagai pusat perkebunan tebu saja kawasan Dusun Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, juga tersohor sebagai pusat kuliner sate bekicot.

Deretan warung makan dan pusat oleh-oleh berbahan baku daging siput (bekicot) tampak berjejer di sepanjang jalan raya desa setempat.

Salah satunya adalah warung makan milik Bu Arlik yang menyajikan aneka makanan olahan berbahan baku bekicot.

Daging bekicot yang familiar diolah menjadi masakan sate itu disajikan secara sederhana di atas piring.

Sate bekicot ini memang sudah banyak memiliki pelanggan pecinta kuliner khas. Setidaknya, setiap hari Bu Arlik menghabiskan 50 kilogram daging bekicot yang diolah menjadi sate, krengsengan dan kripik bekicot.

Pada momen Ramadan ini banyak yang memesan sate bekicot untuk buka puasa. Pelangganya dari luar Kota Kediri seperti Surabaya dan Sidoarjo. Banyak juga pelanggan setianya yang berasal dari Kota Kediri dan Pare.

Biasanya Arlik mendapat pasokan daging bekicot dari Pasuruan dan Kabupaten Malang. Terkadang dapat pasokan bekicot lokal tapi jumlahnya tidak banyak.

Saat itu, warung makan Arlik dipenuhi pengunjung yang didominasi para pelancong. Kebanyakan para pengunjung membeli sate dan krengsengan untuk dibawa pulang.

"Sate dan kresengan bekicot tahan satu hari penuh," ujar pemilik warung, Arlik.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help