Surya/

Citizen Reporter

Bila Bocah-bocah Taman Bungkul Belajar Tanpa Batas

saat anak seusianya tengah santap malam di rumahnya, Rian tengah menjajakan kopi di Taman Bungkul Surabaya sembari menyisipkan buku pelajaran sekolah

Bila Bocah-bocah Taman Bungkul Belajar Tanpa Batas
elia pramana putra/citizen reporter
Bocah-bocah Taman Bungkul Surabaya 

Reportase Elia Pramana Putra
Relawan Pengajar/asisten Laboratorium Komputer Stikom Surabaya

BERKUNJUNG ke taman Bungkul Surabaya, maka akan tampak kaki-kaki kecil menyusuri jalanan sekitar taman untuk menjajakan dagangan. Benar, mereka adalah anak-anak jalanan yang tanpa pamrih membantu keluarga mereka dengan menjual koran, kopi, minuman dingin, dan beberapa makanan ringan.

Tanpa takut mereka menawarkan dagangannya ke setiap pengunjung Taman Bungkul demi mendapatkan beberapa ribu rupiah agar dapat membantu kondisi finansial keluarga mereka. Walaupun mereka giat membantu keluarga, tentu saja mereka juga giat belajar untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Sebut saja Rian Saputra, siswa kelas 6 SD ini mengaku sudah lama berjualan kopi di sekitar Taman Bungkul. Setiap hari Selasa dan Rabu, mulai pukul 19.00 – 21.00 WIB Rian dan teman-temannya berkumpul di taman Bungkul untuk belajar bersama relawan pengajar dari Save Street Child Surabaya, komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Dua tahun sudah dilalui Rian bersama kakak-kakak relawan pengajar dan dia pun sangat senang dengan kehadiran mereka. “Ujian Nasional besok sudah siap karena sudah diajari oleh kakak-kakak pengajar di sini,” jelas Rian yang akrab dipanggil Putra itu.

Dengan adanya komunitas Save Street Child Surabaya, anak-anak jalanan kelas 6 SD di Taman Bungkul menjadi lebih siap untuk menghadapi Ujian Nasional Sekolah Dasar yang diadakan tanggal 15–17 Mei 2017 lalu.

Kesiapan mereka tentu saja tidak terlepas dari kepedulian relawan pengajar Save Street Child Surabaya. Dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari mahasiswa hingga mereka yang sudah bekerja, sama-sama belajar untuk saling peduli dengan sesama. Dengan bergabung dalam komunitas ini, para relawan pengajar sudah membakar semangat anak-anak jalanan di Surabaya untuk terus belajar agar memperoleh masa depan yang cerah.

“Banyak dari adik-adik yang berkumpul bersama kami untuk belajar dan mengerjakan PR dari sekolah, mereka sangat senang dan antusias. Selain itu, kami sebagai relawan juga merasa bersyukur karena dapat berbagi ilmu untuk adik-adik di sini,” ungkap Ririn, salah satu relawan pengajar dan mahasiswi Universitas Adi Buana Surabaya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help