Surya/

Lapor Cak

Duh, Kian Banyak Pengendara Motor Melawan Arus

Kawasan Ngaglik, Surabaya, rawan kecelakaan karena banyaknya pengendara motor yang kerap melaju dengan melawan arus. Warga pun menganggap biasa.. duh

Duh, Kian Banyak Pengendara Motor Melawan Arus
Surabaya.tribunnews.com/Fatkhul Alami
Pengendara motor melaju melawan arus saat melintas di Jl Ngaglik, Surabaya, Rabu (31/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi Anda yang kerap melintas Jl Ngaglik Surabaya wajib hati-hati. Soalnya, di jalan yang satu arah itu banyak pengendara yang motor melawan arus.

Lebih ironis lagi, pelanggaran itu terjadi di dua lajur jalan.

Mereka terlihat santai melakukan pelanggaran, padahal setiap harinya lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai.

Para pengendara memilih jalan pintas, lantaran ingin cepat menuju Jl Kapasari, Jl Kusuma Bangsa dan Jl Kalianyar. Pengendara yang menerabas lawan arus tidak hanya dilakukan masyarakat umum, pelajar dari sebuah SMA di Jl Ngaglik juga kerap memilih jalan pintas.

Susanto, salah satu karyawan toko di Jl Ngaglik menuturkan, motor melawan arus sudah menjadi kebiasaan warga yang dekat di Jl Ngaglik. Setiap hari selalu banyak motor yang nekad melawan arus.

"Tidak kaget lagi mas, karena setiap hari banyak motor yang melawan arus. pengendara sepertinya memilih jalan pintas dari pada memutar lewat jalan Tambaksari atau Kapas Krampung," kata Susanto, Rabu (31/5/2017).

Warga Jl Bogen Surabaya ini mengakui, tindakan pengendara melawan arus cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan. Karena mobil dan dan motor yang berasal dari awah berlawanan juga banyak.

Susanto mengaku, memang belum ada kecelakaan terjadi selama dirinya bekerja di toko Jl Ngaglik. Cuma, kebiasaan buruk itu cukup mengganggu penguna jalan dan pedagang di lokasi ini.

"Kalau ada petugas (polisi), memang pengendara tidak berani. Tapi kan tidak setiap saat petugas berada di sini (Jl Ngaglik)," ucap Susanto.

Riyono, warga Jl Kapasari I Surabaya berharap, pengendara motor menghentikan tindak pelanggaran ini. Lebih baik memutar lebih jauh, tapi tidak membahayakan pengguna jalan lain dan dirinya.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help