Surya/

Perbankan

BI Siapkan Paket Penukaran Uang Emisi 2016 Senilai Rp 3,8 Juta

Menjelang lebaran, Bank Indonesia telah menyiapkan uang-uang baru alias uang NKRI untuk masyarakat yang ingin menukarkan uangnya.

BI Siapkan Paket Penukaran Uang Emisi 2016 Senilai Rp 3,8 Juta
kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan
Uang NKRI desain baru yang diterbitkan pada 19 Desember 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beredarnya uang baru emisi 2016 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membuat animo masyarakat untuk menukarkan uang tersebut cukup tinggi. Bahkan untuk pecahan kecil, dibawah Rp 20.000, peningkatannya mencapai 100 persen. 

"Hal ini membuat kami tidak sekedar membuka layanan kas keliling bersama 12 bank untuk menyalani penukaran uang baru, tapi juga menawarkan paket penukaran uang baru senilai Rp 3,8 juta untuk pecahan Rp 20.000 kebawah," jelas Titien Sumartini, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jatim, Rabu (31/5/2017).

Pecahan kecil itu berupa satu bendel uang Rp 20.000 atau sebanyak 100 lembar yang nilainya Rp 2 juta.

Kemudian satu bendel atau 100 lembar uang Rp 10.000, yang nilainya Rp 1 juta. Satu bendel atau 100 lembar uang Rp 5.000, nilainya Rp 500.000, satu bendel Rp 2.000, nilainya Rp 200.000 dan satu bendel Rp 1.000, senilai Rp 100.000.

Hingga Selasa (30/5/2017), jumlah uang baru emisi 2016 yang sudah dikeluarkan BI Jatim disalurkan ke perbankan mencapai Rp 2 triliun.

"Dari jumlah itu, sekitar Rp 700 miliar adalah pecahan dibawah Rp 20.000, sedangkan Rp 1,3 triliun, adalah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000," tambah Titien.

Untuk layanan penukaran, selain di loket kantor BI di Jl Pahlawan, BI juga menyalurkan ke 440 kantor bank dan 35 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) seluruh Jatim. Kemudian juga kas keliling dengan menggandeng 12 bank yang akan operasional di lapangan Makodam V Brawijaya pada tiap hari Selasa, Rabu dan Kamis, mulai tanggal 13 Juni mendatang.

Untuk akhir pekan, kas keliling ini juga melayani penukaran di halaman kantor BI. "Selain itu, kami juga siapkan kas keliling penukaran untuk instansi-instansi dengan personil yang besar. Seperti di Mapolda Jatim, Armatim, dan lainnya," tambah Titien.

BI agresif memberikan layanan penukaran uang untuk antisipasi kegiatan penukaran uang yang beresiko. Antara lain resiko kecelakaan, untuk jasa layanan di pinggir jalan, resiko uang palsu, resiko berkurangnya jumlah, dan resiko adanya fee penukaran yang nilainya kadang cukup tinggi.

Titien menambahkan, kebutuhan uang baru di Jatim pada Ramadan dan Lebaran 2017 ini, diprediksi mencapai Rp 29 triliun. Meningkat 36 persen dibanding tahun 2016 lalu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help