Advertorial

BI Jatim Perluas Akses Kebutuhan Uang Emisi 2016 NKRI Untuk Wilayah Bojonegoro

Keberadaan Kas Titipan BI di daerah ini merupakan upaya untuk memastikan peredaran uang rupiah layak edar.

BI Jatim Perluas Akses Kebutuhan Uang Emisi 2016 NKRI Untuk Wilayah Bojonegoro
surya/sri handi lestari
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah meresmikan Kas Titipan BI di Bank Jatim cabang Bojonegoro, Selasa (30/5/2017). 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, meresmikan Kas Titipan Bank Indonesia (BI) di Bank Jatim cabang Bojonegoro, Selasa (30/5/2017).

Keberadaan Kas Titipan BI di daerah ini merupakan upaya untuk memastikan peredaran uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia baik dari segi nominal maupun jenis pecahan secara tepat waktu dan tepat jumlah.

"Pemilihan kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu lokasi kas titipan BI, antara lain, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang perlu diimbangi dengan penyediaan uang rupiah dalam jumlah yang memadai, perkembangan perbankan yang terus bertumbuh, jarak tempuh yang cukup jauh yaitu mencapai 133 km dari kedudukan BI Jatim sehingga memerlukan waktu sekitar 3 – 3,5 jam dengan menggunakan moda transportasi darat," jelas Difi.

Sementara pemilihan Bank Jatim Kantor Cabang Bojonegoro, telah mempertimbangkan kondisi khazanah bank yang layak dan siap untuk menampung kas titipan dan tersedianya SDM yang mengelola kas titipan.

Frekuensi kegiatan kas keliling di Bojonegoro pada tahun 2017 pun terus ditingkatkan dengan rata-rata modal kerja mencapai sebesar Rp2 miliar.

"BI Jatim mengharapkan dengan pembukaan kas titipan ini dapat memenuhi kebutuhan uang serta terlaksananya Clean Money Policy," jelas Difi.

Nilai uang yang ada di Kas Titipan BI di Bank Jatim Bojonegoro mencapai Rp 125 miliar. Meliputi pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000. Semuanya berupa uang kertas emisi 2016 NKRI.

"Peresmian Kas Titipan BI di Bojonegoro ini timingnya juga tepat di bulan Ramadan, yang kebutuhan masyarakat akan uang baru, cukup besar," tandas Difi. (adv/rie).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved