Masih Tak Jelas, Proyek Trem Surabaya Bikin Bu Risma Pusing

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku pusing tujuh keliling lantaran rencana pembangunan trem di Surabaya kembali tidak jelas. Begini katanya...

Masih Tak Jelas, Proyek Trem Surabaya Bikin Bu Risma Pusing
Surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Realisasi proyek angkutan massal berupa trem di Surabaya makin tidak jelas. Sebab, setelah anggarannya dari pusat dicoret, kini kementerian dikabarkan akan membicarakan ulang perihal proyek tersebut. 

Terkait rencana pembahasan ulang perihal proyek ini, Senin pekan depan, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan timnya, bakal bertolak ke Jakarta.  

"Aku juga pusing. Tapi tunggu Senin depan," ucap Risma usai sidang Paripurna di DPRD Kota Surabaya, Senin (29/5/2017).

Padahal sebelumnya, Risma mengaku sudah bertemu Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan itu, orang nomor satu di Surabaya ini mendapat pernyataan bahwa proyek nasional trem di Surabaya akan sepenuhnya didanai APBN.  Apalagi, sudah ada Perpres yang khusus merealisasikan proyek Trem Surabaya. 

"APBN tak ada uang. Padahal khusus Surabaya itu sudah ada Perpres sehingga ada BUMN yang mengerjakan. Salah satu BUMN sudah ditunjuk mengerjakannya," jelas Risma.

Namun di tengah jalan, sambung Risma, saat ini muncul wacana baru dengan sistem Public privat partnership. Artinya proyek itu mengharuskan tender.

"Padahal kalau tender belum tentu BUMN yang menang. Ini yang bikin aku pusing," tandas Risma

Saat ini anggaran untuk proyek trem dari pusat ditiadakan. Namun saat dikonfirmasi, Risma langsung menyebut bahwa dirinya akan dipanggil ke pusat.

Namun Surabaya tak sendirian atas situasi saat ini. Sebab ada yang lebih pusing juga proyek angkutan masal cepat di Bandung.

"Pak Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) malah sudah tender. Sekarang anggaran malah tak ada," urai Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help