Berita Surabaya

Henry J Gunawan jadi Tersangka Penipuan dan Penggelapan

HENRY J GUNAWAN. Bos besar itu jadi tersangka dugaan penipuan dan penggelapan dua kali dalam satu objek senilai Rp 4,5 miliar dan Rp 10 miliar.

Henry J Gunawan jadi Tersangka Penipuan dan Penggelapan
surya/ahmad zaimul haq
ARSIP - Bos PT Gala Bumi Perkasa, investor Pasar Turi Surabaya, Henry J Gunawan (kanan) didampingi pengacara Trimoelya Soerdjadji saat jumpa pers terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan oleh Polda Jatim, Senin (22/2/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama tersangka Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) dikirim penyidik Polrestabes Surabaya ke Kejari Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi, menjelaskan SPDP itu diterima pada pekan lalu.

Dalam SPDP itu, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan Henry J Gunawan sebagai tersangka dan dijerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP (penipuan dan penggelapan.

"Dua jaksa yang kami tugasi untuk menangani dan meneliti berkas perkara kasus yang menjerat Henry J Gunawan. Yakni jaksa Damang Anubowo dan Ali Prakoso,” ujar Didik Farkhan, Sabtu (27/5/2017).

Pascapenerimaan SPDP, pihak kejaksaan masih menunggu perkembangan berkas perkara yang masih ditangani penyidik Polrestabes Surabaya.

“Kami tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara saja. Jika berkas perkara sudah dilimpahkan, selanjutnya akan diteliti oleh jaksa peneliti (jaksa Damang dan Ali),” tegasnya.

Informasi yang diperoleh, Henry J Gunawan dilaporkan ke Polreatabes Surabaya oleh seorang notaris, Caroline.

Laporan terhadap Henry dilakukan 29 Agustus 2016. Kejadian itu berawal saat notaris mempunyai klien (korban) yang sedang melakukan jual beli tanah dan bangunan dengan Hendry sebesar Rp 4,5 miliar.

Setelah membayar ke Henry, korban seharusnya menerima SHGB (surat hak guna bangunan) dari Henry. Tetapi SHGB yang masih ada di tangan Caroline, tiba-tiba diambil oleh orang yang mengaku atas suruhan Henry.

Kabarnya SHGB itu dijual lagi tanpa sepengetahuan korban. Objek lahan yang sama itu dijual laku Rp 10 miliar.

Kedok dugaan penipuan dan penggelapan itu terungkap setelah korban menanyakan SHGB ke Henry dan dijawab jika masih di notaris Caroline.

Setelah dicek, Caroline mengaku jika SHGB itu telah diambil oleh anak buah Hendry. Notaris Caroline akhir ya melaporkanke Polrestabes Surabaya.

Penyidik yang memeriksa Henry beberapa kali, telah menemukan fakta yang cukup kuat atas dugaan penipuan dan penggelapan dua kali dalam satu objek senilai Rp 4,5 miliar dan Rp 10 miliar.

Atas dua alat bukti yang dikantongi penyidik, Henry akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved