Berita Surabaya

Anggaran Pembangunan Trem Belum Jelas, Dewan Desak Pemkot Melakukan Hal ini

Kabar dicoretnya anggaran pembangunan angkutan massal cepat (AMC) untuk trem Surabaya ditanggapi anggota DPRD Kota Surabaya.

Anggaran Pembangunan Trem Belum Jelas, Dewan Desak Pemkot Melakukan Hal ini
surya/nuraini faiq
Angkutan masal cepat (AMC) trem yang rencananya akan direalisasikan 2017. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Kabar dicoretnya anggaran pembangunan angkutan massal cepat (AMC) untuk trem Surabaya  ditanggapi anggota DPRD Kota Surabaya.

Mereka mengusulkan realisasi trem menggunakan anggaran APBD saja daripada menunggu anggaran dari pemerintah pusat yang kian tidak jelas.

"Pemkot harus memastikan kabar yang masih simpang siur ini. Kalau memang dicoret ya harus pikirkan opsi yang lain," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Nyoto, Sabtu (27/5/2017).

Pihaknya menyampaikan pemkot sudah lama melakukan kajian untuk AMC. Bahkan pemerintah pusat juga ada anggaran Rp 11 miliar untuk mengkaji realisasi trem.

Namun kalau nyatanya anggaran Rp 100 miliar yang seharusnya cair tahun ini untuk mulai fisik trem ternyata tetap dicoret maka akan menambah muspro anggaran.

Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan pemkot untuk bertindak realistis saja.

Jika memang berdasarkan kajian kota trem itu dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan maka itu harus dilakukan.

"Lagipula AMC ini sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Surabaya. Maka saya rasa nggak apa apa kalau pakai APBD, walaupun memang konsekuensinya anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemkot akan besar," kata politisi Partai Demokrat ini.

Meski begitu, ibu tiga anak ini mengatakan hal itu bisa diatasi dengan penganggaran belanja tahun jamak atau multi years. Asalkan proyek angkutan itu tetap terlaksana.

Tidak hanya itu, menurutnya, dicoretnya anggaran oleh pemerintah pusat itu lantaran mereka masih ingin proyek tol tengah kota bisa terwujud. "Karena tol tengah itu kan tidak hanya untuk mengatasi masalah kemacetan kota, melainkan antar kota dalam provinsi jawa timur," ulas Herlina.

Namun ia juga menyayangkan proyek trem ini dihapus. Lantaran tim dari Kementerian Keuangan juga sudah dibentuk untuj meninjau rencana trem Surabaya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak berkomentar untuk progres trem Surabaya saat ini.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan menegaskan pemkot sudah menyerahkan hasil kajian terkait kebutuhan AMC di Surabaya.

"Kalau bicara masalah angkutan massal ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Pertama adalah masalah pembiayaan, dan kekuatan pendapatan asli daerah. Ini sudah kami kaji dan sudah kami serahkan ke pusat hasilnya," kata Hendro.

Namun untuk kabar pencoretan dana trem ini, Hendro masih enggan berkomentar.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help