Surya/

Berita Surabaya

Forum Rektor Se-Jatim Rekomendasikan Kurikulum Kepancasilaan dan Wawasan Kebangsaan

Forum Rektor se-Jatim menolak dan tidak memberi ruang masuknya segala bentuk paham radikal maupun upaya provokasi ke dalam lingkungan kampus.

Forum Rektor Se-Jatim Rekomendasikan Kurikulum Kepancasilaan dan Wawasan Kebangsaan
surya/anas miftakhudin
Ketua Forum Rektor se-Jatim saat membacakan pernyataan sikap di Gedung Rupatama Polda Jatim terkait keutuhan NKRI, Jumat (26/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Forum Rektor se-Jatim berkumpul di Gedung Rupatama Polda Jatim untuk menyatakan sikap demi keutuhan NKRI, Jumat (26/5/2017).

Dalam pertemuan itu, Ketua Forum Rektor se-Jatim, M Hasan menolak dan tidak memberi ruang masuknya segala bentuk paham radikal maupun upaya provokasi ke dalam lingkungan kampus.

Pertemuan itu diikuti 68 rektor dari universitas negeri dan swasta di Jawa Timur.

Kapolda Jatim irjen Pol Machfud Arifin dan seluruh pejabat Polda Jatim merekomendasikan kepada pemerintah untuk diberikan kembali materi-materi mengenai kepancasilaan dan wawasan kebangsaan masuk dalam kurikulum di sekolah serta kampus kampus.

"Tujuannya untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalissme dan rasa cinta tanah air, pemberian pemhaman mengenai etika kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembentukan badan dari tingkat pusat hingga daerah yang mampu melakukan upaya pembinaan dan pengembangan bangsa indonesia demi terjaganya kebhinekaan dan keutuhan NKRI," ujar M Hasan yang juga Rektor Universitas Jember.

Dalam kesempatan itu, Forum Rektor juga memberi dukungan kepada pemerintah beserta Polri dan TNI untuk tidak ragu dalam menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu, Persatuan dan persaudaraan NKRI Bhineka Tunggal Ika serta yang tidak sesuai UUD 45 dan Pancasila.

Forum ini juga mendukung Polri untuk melakukan tidakan hukum secara tegas kepada orang atau kelompok-kelompok yang segala cara berupaya memecah belah bangsa indonesia.

"Kami juga mendorong semua kekuatan elemen masyarakat untuk bersatu padu untuk amemberikan dukungan kepada aparat dalam melawan pihak-pihak tertentu yang berupaya memecah belah bangsa khususnya di wilayah Jatim," tandasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Muhammad Nasih yang juga hadir, mengungkapkan sangat mungkin radikalisme menyusup ke lingkungan kampus.

"Radikalisme itu soal pemahaman sehingga kami terkadang sulit mendeteksinya. Tapi kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya," ujar Muhammad Nasih.

Ia juga sepakat mendukung upaya pemerintah untuk mendorong agar paham radikal yang mengarah pada teroris harus diamputasi sedini mungkin.

Salah satu cara yang dilakukan adalah menguatkan pengajaran Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Perguruan Tinggi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, menegaskan pihaknya mengapreasiasi Forum Rektor yang langsung digelar di Mapolda.

Karena tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga keutuhan NKRI.

"Kami di sini untuk mengundang para rektor untuk minta masukan dan solusi agar Jatim selalu aman dan kondusif," ungkap lelaki dengan pangkat dua bintang di pundak.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help