Jelang Bulan Puasa, Karang Taruna di Kampung ini Sudah Siapkan Seabrek Kegiatan Menarik

Menjelang memasuki bulan puasa Ramadhan, Karang Taruna di kampung ini sudah menyiapkan seabrek kegiatan menarik sekaligus bermanfaat.

Jelang Bulan Puasa, Karang Taruna di Kampung ini Sudah Siapkan Seabrek Kegiatan Menarik
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Karang Taruna di kampung RT 7 RW 3 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis, Surabaya, menyiapkan seabrek kegiatan untuk menyambut bulan Ramadhan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bulan suci Ramadhan selalu dinanti dan disambut antusias seluruh umat Muslim. Selama sebulan berpuasa, merupakan momen bagi semua untuk meningkatkan kualitas diri.

Tak terkecuali kalangan pemuda di kawasan Tenggilis Surabaya. Mulai dari karang taruna tingkat RT hingga tingkat Kecamatan, sudah merancang berbagai kegiatan khusus untuk mengisi momen Ramadan.

Seperti terlihat di kampung RT 7 RW 3 Kelurahan Kutisari. Kecamatan Tenggilis Surabaya, remaja, karang taruna dan pengurus RT berembug untuk kegiatan mengisi Ramadan.

Ketua Karang Taruna RT 7, Chandra Nurdiansyah, mengatakan, memiliki banyak program untuk anak-anak muda di kampungnya. Salah satunya, program meramaikan musala.

"Tahun ini, kami mulai membentuk remaja musala. Ada dua musala di kampung ini. Nah sembari menginisiasi kami sudah menyusun beberapa program agar musala lebih hidup," urai Chandra.

Mahasiswa Teknik Mesin ITS ini menyebutkan, kegiatan meramaikan musala itu dengan mengadakan tarawih bersama, dilanjutkan dengan tadarus.

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. "Selama ini bapak-bapak yang lebih banyak tadarus. Tahun ini kami akan mulai untuk anak-anak dan remaja," kata Chandra.

Namun, kesepakatannya hanya sampai pukul 22.00 WIB. Di atas jam itu bisa dilakukan, namun tanpa pengeras suara.

Program kegiatan selanjutnya, gelar ngaji dan tausiyah. Remaja musala dan karang taruna akan bekerja sama mengumpulkan anak-anak untuk mendengarkan tausiyah dari ustadz dan ustadzah, yang didatangkan dari luar kampung.

"Mengundang ustad dan ustadzah untuk kajian ilmu agama, selama ini ada tapi belum maksimal," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved