Surya/

Kuliner

Travel Mie, Kafe yang Bikin Pengunjung Seperti Camping di Gunung

Cafe yang satu ini mengusung konsep unik yang jarang ditemui di manapun. Di sini, pengunjung seolah-olah dibawa ke ketinggian gunung.

Travel Mie, Kafe yang Bikin Pengunjung Seperti Camping di Gunung
surabaya.tribunnews.com/Sudharma Adi
Suasana di kafe Travel Mie, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - 'Congratulation. You are now at Puncak Soerabaia 0003 m dpl'. Begitu papan tulis kecil yang terpampang ketika masuk ke cafe Travel Mie yang ada di Jl Raya Mulyosari 171 ini. Papan petunjuk itu ingin menunjukkan seolah cafe itu berada di dataran tinggi.

Saat masuk ke dalam, ada deretan 10 tenda berukuran medium di pinggir dan satu tenda besar di pojok cafe. Di bagian tengah deretan meja kursi dari kayu membuat ciri khas cafe tetap ada.

Jika diamati sekilas, cafe itu seolah berada di dataran tinggi. Sebenarnya, cafe itu memang tak berada di dataran tinggi. Hanya saja, Travel Mie menciptakan suasana camping ala pendaki seperti di pegunungan.

Menciptakan persis seperti di gunung, Travel Mie menempatkan tenda-tenda gunung. Konsumen bebas nongkrong di dalam tenda, sembari memesan beberapa menu yang tersedia.

Di tengah cafe, tumpukan kayu dibentuk mengerucut dan di puncak kerucutnya dipasang lampu sehingga tampak seolah api unggun. 

Selain itu, setiap 15 menit sekali, muncul asap buatan dari langit-langit, menggambarkan kondisi kabut ala pegunungan.

Tak lupa, wallpaper besar bergambar gunung menambah kentalnya suasana gunung. Itu memang ingin menggambarkan suasana seperti yang ada di pegunungan, termasuk adanya tenda bagi pelayan yang digunakan mengolah menu bagi konsumen. 

Untuk menambah kenyamanan, konsumen yang nongkrong di dalam tenda itu juga disediakan kipas angin kecil agar tak pengap. Laiknya tenda yang dipakai pendaki di gunung, konsumen bisa memanfaatkan untuk ngobrol sekaligus menikmati kudapan ringan yang sudah dipesan.

Maksimal empat konsumen yang muat di tenda kecil, sedangkan tenda besar bisa menampung sembilan orang sekaligus.

Karena tempat yang agak tertutup, konsumen bisa menggunakannya untuk ngobrol sembari leyeh-leyeh. Ada juga konsumen keluarga yang membawa anaknya dan menidurkannya di dalam tenda.

Halaman
123
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help