Advertorial

Ketua DPRD Surabaya: Hentikan Pembangunan Hotel di Bekas Cagar Budaya

"Kini ada lagi proyek besar pembangunan hotel berbintang melenyapkan sinagoga, rumah peribadatan kuno di Jl Kayun," sesal Armuji.

Ketua DPRD Surabaya: Hentikan Pembangunan Hotel di Bekas Cagar Budaya
surya/achmad zaimul haq
SIDAK - Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji saat sidak di lokasi bekas cagar budaya Rumah Radio Bung Tomo di Jl Mawar, Surabaya, Selasa (23/5/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya Ir Armuji menyayangkan kondisi bangunan cagar budaya di Surabaya. Selain tidak ada perawatan, juga minim upaya penyelamatan.

Belum ada upaya serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melindungi bangunan bersejarah tersebut. Terakhir, rumah yang pernah dijadikan tempat siaran Bung Tomo di Jl Mawar pun lenyap.

Padahal Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2005 tentang Bangunan Cagar Budaya mengamanatkan penyelamatan bangunan bersejarah bagi peradaban Kota Surabaya ini.

"Kini ada lagi proyek besar pembangunan hotel berbintang melenyapkan sinagoga, rumah peribadatan kuno di Jl Kayun," sesal Armuji, Selasa (23/5/2017).

Politisi PDIP yang akrab disapa Cak Ji pun ingin melihat langsung lokasi di Jl Kayun itu. Siang kemarin, dia menerobos untuk inspeksi mendadak (sidak). Dia singgah di eks lokasi sinagoga di Jalan Kayun 4-6 Surabaya ini.

Sinagog adalah tempat peribadatan umat Yahudi di era Belanda. Dulu zaman Belanda, pengikut Yahudi ada di Surabaya. Bangunan Sinagog itu berupa rumah, namun berartistik Eropa.

Cak Ji ingin melihat bangunan asli sinagog. Tapi bangunan bersejarah itu telah lenyap. Bangunan cagar budaya sinagoga telah diratakan dengan tanah oleh pengembang.

"Ini malah sudah berganti menjadi beton. Tidak bisa dibiarkan kondisi ini," kata Cak Ji geram.

Mesin cor dan aktivitas pekerja terus berlangsung. Rencananya, di tanah itu akan berdiri hotel berbintang. Di papan proyek tertulis akan dibangun Hotel Grand Dafam. Proyek ini tertulis telah mengantongi izin IMB pada Fabruari 2005.

Saat ini aktivitas proyek terus berjalan. Proyek ini tertulis dikerjakan oleh PT Surabaya Metcusuar Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help