Surya/

Berita Blitar

Pemuda Jombang Ingin jadi Pegawai Dishub saja Setor Rp 85 Juta, Lihat Akibatnya

"Uangnya dari orangtua saya. Pertama diberi Rp 50 juta, lalu yang kedua Rp 35 juta," kata Viqi yang berperawakan tinggi tegap dan berambut cepak.

Pemuda Jombang Ingin jadi Pegawai Dishub saja Setor Rp 85 Juta, Lihat Akibatnya
samsul hadi
POLISI GADUNGAN - Sejumlah seragam dinas yang disita dari rumah kontrakan di Dusun Cangkring, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (20/5/2017). 

SURYA.co.id | BLITAR - Viqi Kurnia Awaludin (30), warga Desa Bentek Selatan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, mengaku sudah setor Rp 85 juta kepada Acmad Teguh Nur Ruhmansyah (26), warga Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang. 

"Viqi sudah setor uang ke Teguh Rp 85 juta, janjinya akan dimasukkan sebagai pegawai Dishub di Sidoarjo," ujar kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono kepada SURYA.co.id, Sabtu (20/5/2017).

Pengakuan itu bermula dari penggerebekan petugas Satreskrim Polres Blitar Kota ke rumah kontrakan di Dusun Cangkring, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (20/5/2017).

Rumah kontrakan tersebut ditengarai sebagai markas anggota polisi gadungan.

"Kami mengamankan tiga pria dan dua perempuan di rumah kontrakan itu. Sekarang masih proses pemeriksaan," kata Heri Sugiono.

Sementara, Viqi mengaku, Teguh berjanji memasukkannya sebagai pegawai Dinas Perhubungan Sidoarjo.

"Uangnya dari orangtua saya. Pertama diberi Rp 50 juta, lalu yang kedua Rp 35 juta," kata Viqi yang berperawakan tinggi tegap dengan gaya rambut cepak itu.

Ia mengaku sudah lima bulan tinggal di rumah kontrakan bersama Teguh.

Selama di rumah kontrakan, ia mengaku hanya disuruh mencatat pembukuan. Salah satu isi pembukuan itu soal dana desa.

"Saya di rumah saja, hanya disuruh nulis. Ke keluarga saya memang mengaku sudah kerja sebagai pegawai sukwan di Dishub," katanya. 

BERITA SEBELUMNYA: 3 Pria asal Jombang dan 2 Perempuan Terjaring dari Markas Polisi Gadungan di Blitar

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help