Surya/

Berita Jombang

Para Narasumber dari Amerika sampai Suriah Bersiap Hadiri Halaqah di Jombang

#JOMBANG - Pembicara dari Amerika, Singapura, Yordania, Mesir, Austria, dan Suriah sedang menuju Jombang.

Para Narasumber dari Amerika sampai Suriah Bersiap Hadiri Halaqah di Jombang
youtube/Heart to Heart with Shakti Sundari
Syeikh Kabir Helminski, Kentucky, Amerika Serikat 

SURYA.co.id | JOMBANG - Perhelatan halaqah internasional yang digagas PP Gerakan Pemuda Ansor, badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), di GOR Hasbullah Said Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang telah siap gelar.

Sehari menjelang halaqah selama Minggu-Senin (21-22/5/2017), para ulama dan intelektual dari mancanegara yang akan menjadi narasumber acara itu sudah tiba di Indonesia.

Ketua Panitia Halaqah Internasional PP GP Ansor, Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) mengatakan, para narasumber bahkan sudah ada yang di di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Yang sudah tiba di Indonesia, sambung Gus Aam, pembicara dari Amerika Serikat, Singapura, Yordania, Mesir, Austria, dan Suriah. Sebagian masih di Jakarta.

"Sore ini kami jemput di Bandara Juanda Surabaya. Ada juga yang sudah menginap di hotel sini (Jombang),” kata Gus Aam kepada tribunjatim.com, Sabtu (20/5/2017).

Pembicara dari luar negeri yang diundang menjadi narasumber halaqah bertema 'Menuju Rekontekstualisasi Islam demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban' ini di antaranya Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis).

Kemudian Syeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), dan Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia).

Selanjutnya yakni Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir).

Serta Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

Terkait kesiapan panitia, Gus Aam menyatakan sudah mencapai 90 persen. “Kesiapan lokasi acara, penginapan tamu, administrasi, teknis yang berkaitan dengan acara sudah ready. Secara keseluruhan 90 persen siap,” ujarnya.

Menurut Gus Aam, acara yang bekerjasama dengan PC ISNU Jombang dan GP Ansor setempat itu akan membahas persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi muslim dan non-muslim.

Di samping itu juga pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

“Untuk peserta kami batasi 400 orang. Terdiri dari utusan Ansor seluruh Indonesia, akademisi berbagai perguruan tinggi, pejabat pemerintahan, para kiai dari pesantren, dan badan otonom," beber mantan Ketua PC Ansor Jombang ini.

Penulis: Sutono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help