Surya/

Berita Gresik

VIDEO - Enam Santri Tewas di Tambang Galian C, ini yang Akan Dilakukan Kapolres Gresik

Enam santri di Gresik tewas di danau yang merupakan tambang galian C. Atas tragedi tersebut, inilah yang akan dilakukan oleh Kapolres Gresik.

SURYA.co.id | GRESIK - Polres Gresik akan memanggil semua pihak terkait tambang galian C di Jl Brotonegoro Barat, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, yang mengakibatkan enam santri pp Mambaus Sholihin meninggal dunia.

Kapolres Gresik, AKBP Boro Windu Danandito mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab dengan keberadaan tambang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan dan papan peringatan. 

Dia menyebut, pihak-pihak terkait itu di antaranya adalah pemerintah Desa Suci, penanggungjawab lahan, hingga Pemkab Gresik yang berwenang mengeluarkan izin. 

"Kami akan memanggil pihak-pihak terkait sehingga kejadian ini tidak terulang kembali," kata Kapolres Boro Windu, Jumat (19/5/2017).

Boro melanjutkan, kematian enam santri Ponpes Mambaus Sholihin terjadi bukan karena kelalaian panitia karena para santri itu sendirilah yang mencebur ke dalam danau.

"Dari olah kejadian perkara, anak-anak itu yang mencebur sendiri ke kolam itu. Sebenarnya agendanya tidak ada mencebur ke air," kata mantan Kapolres Mojokerto.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help