Surya/

Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi, Dinsos Surabaya Ajak Kampus Bangun Kampung Eks Lokalisasi

Dinas Sosial berusaha untuk memberdayakan masyarakat yang terdampak penutupan lokalisasi dengan melibatkan para akademisi di kampus-kampus Surabaya.

Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi, Dinsos Surabaya Ajak Kampus Bangun Kampung Eks Lokalisasi
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos Kota Surabaya, Rosalia Retno Bintarti menjelaskan tentang program Campus Goes To Kampung di Humas Pemkota Surabaya, Jumat (19/5/2017). 

“Setiap Sabtu kami keliling Dolly untuk sharing program yang bisa diakses warga. Contohnya penanganan orang yang terlantar. Bila panjenengan menemukan orang terlantar di jalan, bisa kontak ke Dinsos dan akan kami tindaklanjuti,” sambung dia.

Selain penanganan orang terlantar dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Dinsos Kota Surabaya punya program isbat nikah yang diperuntukkan bagi pasangan yang masih menikah siri agar memiliki akta nikah sehingga anaknya juga bisa punya akta lahir.

Dinsos juga punya program beasiswa bagi anak Surabaya yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu. Ada banyak beasiswa yang disediakan, dari mulai melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi hingga paket pendidikan pelatihan selama 7-8 bulan agar yang bersangkutan memiliki “nilai lebih” untuk bekerja. Serta ambulance gratis via nomor 112 dan program permakanan.

Sebelumnya, Dinsos juga punya program Campus Social Responsibility dengan menggandneg pihak kampus untuk memberikan pendampingan bagi anak-anak, utamanya dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah.

“Juga ada program rehabilitasi sosial daerah kumuh. Bila ada warga yang rumahnya tidak layak huni dan ingin diperbaiki, bisa mengusulkan ke RT/RW hingga kecamatan agar ada perbaikan rumahnya,” sambung Rosalia.

Diapresiasi Kampus

Program Campus Goes to Kampung ini mendapat apresiasi positif dari pihak kampus. Setiawan dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat ITS mengatakan, program ini selaras dengan salah satu kewajiban kampus, yaitu tugas pengabdian kepada masyarakat. Karenanya, ITS menyambut baik sinergi dengan Dinsos untuk berbuat kepada masyarakat.

"Untuk pengabdian di masyarakat ini, kami punya ring I yakni tiga kelurahan di dekat kampus dan ring 2 di Surabaya kami fokus di eks lokaliasi Dolly dulu. Kami menggali potensi masyarakat, apa usaha yang dimaui yang berdampak pada peningkatan ekonomi,” ujar Setiawan.

Secara konkret, Setiawan menyebut akan mencoba mengembangkan UMKM yang tengah tumbuh di Putat Jaya. Semisal batik, pihaknya akan membuat bank desain batik. Lalu keripik SamiJali. Dia menyebut dari sisi packing sudah bagus.

"Tapi kendala nya untuk pengering ketika musim hujan. Kami akan bantu alat untuk pengeringan. Ini sedang dirancang yang cocok alatnya apa. Yang jelas alatnya nggak pakai listrik tetapi cukup elpiji agar terjangkau,” jelas Setiawan. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help