Surya/

Tambang Kapur Yang Tewaskan 6 Santri di Gresik Akhirnya Ditutup

Kawasan tambang batu kapur di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menjadi magnet bagi warga setelah tempat itu menewaskan enam santri.

Tambang Kapur Yang Tewaskan 6 Santri di Gresik Akhirnya Ditutup
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Lokasi bekas tambang batu kapur di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik banyak dikunjungi warga, Jumat (19/5). Mereka sengaja datang untuk melihat lokasi kejadian tewasnya enam santri Ponpes Manbaus Solihin dan nekat menerobos portal yang sudah digembok di akses utama jalan. 

SURYA.co.id | GRESIK – Pascatewasnya enam santri Mambaus Sholihin di kubangan air tambang batu kapur Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, puluhan warga berdatangan ke lokasi, Jumat (19/5/2017).

Mereka ingin melihat titik lokasi kejadian dari dekat. Padahal, Satpol PP sudah menutup akses masuk kawasan dengan portal.

Mereka seperti penasaran dengan lokasi yang telah merenggut enam nyawa siswa Madrasah Tsanawiyah tersebut.

“Ingin tahu saja. Sebelumnya tidak tahu kalau ada lokasi seperti ini di sini,” kata Putri, salah satu warga Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar di lokasi, Jumat sore.

Putri datang ke sana mengendarai seperti motor bersama dua kerabatnya. Setelah berkunjung ke Makam Sunan Giri, mereka menyempatkan diri mampir ke area tambang di Desa Suci untuk menuntaskan rasa penasarannya.

Di saat yang sama, ada puluhan warga lain yang datang ke kawasan pertambangan itu. Menaiki motor, mereka menerabas masuk lewat di samping portal yang telah dipasang lengkap dengan gemboknya, Kamis (18/5/2017) sore.

Warga yang berdatangan ke lokasi, tentu tak lupa untuk mengabadikan tempat tersebut menggunakan kamera ponselnya. Tak lama setelah foto-foto, mereka lantas kembali meninggalkan lokasi.

“Seharian ramai. Banyak warga berdatangan untuk melihat di lokasi kejadian itu,” ujar seorang warga setempat.

Bahkan, disebut bahwa banyaknya warga yang datang ke kawasan itu bukan hanya setelah adanya kejadian ini saja. Sebelumnya, saban sore banyak warga yang datang untuk “berwisata”. Sekedar melihat-lihat, sambil foto dengan background eksotisme lokasi tambang batu kapur.

Jumat sore, sejumlah petugas kepolisian bersama tentara dan dibantu sejumlah warga memasang spanduk larangan aktivitas di pertambangan batu kapur sekitar lokasi tewasnya enam siswa Manbaus Solihin. Polisi memasang tiga spanduk peringatan. Dua dari tiga spanduk itu bertuliskan, “Dilarang ada kegiatan di araa ini. Otubond/kepramukaan, berenang, memancing. Berbahaya!”

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help