Surya/

Berita Surabaya

Mulai Juni 2017, Jasa Raharja Naikkan Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Menjadi Rp 50 Juta

"Per 1 Juni akan berlaku besaran santunan baru bagi korban kecelakaan melalui PT Jasa Raharja," ungkap Boby Wahyu Hernawan.

Mulai Juni 2017, Jasa Raharja Naikkan Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Menjadi Rp 50 Juta
surya/nuraini faiq
Sosialisasi kenaikan Santunan korban meninggal Jasa Raharja, Kamis (18/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Santunan dari asuransi kecelakaan Jasa Raharja kini meningkat signifikan. Jika sebelumnya korban meninggal berhak atas santunan atau klaim Rp 25 juta, tahun ini meningkat menjadi dua kali lipat.

"Per 1 Juni akan berlaku besaran santunan baru bagi korban kecelakaan melalui PT Jasa Raharja," ungkap Kabid Kebijakan Pengembangan Industri Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Boby Wahyu Hernawan, di Surabaya, Kamis (18/5/2017).

Meski besaran santunan atau klaim naik, namun iuran setoran asuransi kecelakaan ke PT Jasa Raharja (Persero) tetap. Biasanya besaran iuran wajib itu dibayar bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan.

Besok berlaku Besaran santunan baru yakni untuk korban kecelakaan meninggal berhak atas santunan Rp 50 juta. Sebelumnya santunannya Rp 25 juta.

Untuk itu, PT Jasa Raharja Cabang Jawa Timur mensosialisasikan kenaikan besar santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan itu kepada masyarakat.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jatim Moh. Evert Yulianto menyampaikan bahwa Kenaikan besar santunan korban kecelakaan itu tak berpengaruh pada iuran.

Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut dan Udara Besarannya masih sama.

Sebenarnya, perubahan besaran santunan itu telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan pada 13 Februari 2017. Saat ini terus dispsialisasikan.

Besaran santunan baru bagi setiap korban kecelakaan akan resmi diberlakukan mulai 1 Juni 2017.

Kenapa baru tahun ini berlaku besaran santunan baru? Boby menuturkan bahwa hal itu mengiringi laju perekenomian dan inflasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi berdasar BPS. Selain korban meninggal dan cacat permanen, ada pula Penggantian biaya perawatan dan pengobatan.

Biaya ini meningkat dari sebelumnya Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Biaya penggantian biaya penguburan meningkat Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta bagi korban yang tak memiliki ahli waris.

Berikutnya, manfaat baru yang diberikan kepada korban kecelakaan sebagai penggantian biaya pertolongan pertama (P3K) sebesar Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans Rp 500.000.

"Kenaikan santunan itu bermanfaat menunjang kehidupan masyarakat yang tertimpa musibah. Namun yang terpenting selamat dan disiplin di jalan," kata Boby.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help