Surya/

Berita Surabaya

Kualitas Bawang Putih Operasi Pasar Dikeluhkan, Ini Jawaban DKKP dan Importir

Ia meminta pembeli untuk tidak cemas. Sebaliknya bisa memanfaatkan operasi pasar ini

Kualitas Bawang Putih Operasi Pasar Dikeluhkan, Ini Jawaban DKKP dan Importir
surya/fatimatuz zahroh
Kualitas bawang putih yang dijual di operasi pasar PIOS, Jumat (19/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Buruknya kondisi bawang putih yang dijual di operasi pasar Kementerian Pertanian diakui oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Namun pemkot menjamin bawang putih tersebut aman dikonsumsi.

Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Yusuf Masruh yang hadir di lapangan mengatakan,kondisi basah bawang putih itu adalah kondisi lumrah.

"Itu hanya karena kondisi bawangnya kan habis disimpan dalam kondisi yang dingin dan lembab. Itu tinggal dijemur saja sudah kembali seperti semula, bisa putih lagi," kata Yusuf, Jumat (19/5/2017).

Ia meminta pembeli untuk tidak cemas. Sebaliknya bisa memanfaatkan operasi pasar ini untuk bisa mendapatkan komoditas bawang putih dengan harga yang lebih murah.

Tidak hanya itu ia juga mengakui bawang putih di operasi pasar ini kurang berbau kuat sebagaimana bawang putih biasanya. Dimungkinkan karena sudah lama sejak pertama kali dipanen.

"Ini kan kebanyakan dari luar negeri. Ada yang dari China, India, dan banyak. Kalau di Surabaya memang nggak ada yang menanam, lahannya kurang cocok dan lahannya tidak ada," ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Padi Jagung dan Kedelai (APP) Jawa Timur Gianto Wijaya mengatakan kualitas bawang putih ini bisa menjadi alternatif pilihan pembeli.

Sebab dalam operasi pasar ini tidak hanya satu saja jenis bawang putih yang disediakan. Melainkan ada banyak macam.

"Ada yang dari harga Rp 10 ribu perkilogram, Rp 16 ribu sampai Rp 23 ribu perkilogramnya. Tentunya itu mempengaruhi kualitasnya. Kalau semakin mahal tentu kualitasnya juga makin baik," ulasnya.

Memang dalam operasi pasar ini tak hanya satu pengusaha yang memasok. Tapi ada banyak pengusaha. Yang bisa jadi ada beberapa yang kualitasnya tidak begitu baik.

"Tapi silahkan objektif sajalah. Monggo dilihat sendiri kualitas barang yang kita jual di operasi pasar ini," tanggapnya.

Dalam operasi pasar ini, merupakan bentuk dukungan pengusaha untuk membantu negara dalam menstabilkan harga bawang putih. Meskipun menyebabkan pengusaha mengalami rugi, sampai 20 persen.

"Akan tetapi ini kita membantu pemerintahlah. Apalagi sebentar lagi akan masuk Lebaran tentunya butuh pasokan bawang putih," katanya.

Menurutnya harga bawang putih akan mulai stabil di pertengahan Ramadan hingga awal bulan Juli mendatang. Dengan kisaran harga bisa mencapai kurang dari Rp 20 ribu perkilogramnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help