Surya/

Profil

Ivana Lukito: Garap Pasar Singapura

Sambutan positif itu pula yang membuat perempuan kelahiran Bali, 29 Januari 1994 ini makin serius menggarap pasar fashion Singapura.

Ivana Lukito: Garap Pasar Singapura
surya/ahmad pramudito
Ivana Lukito 

SURYA.co.id | SURABAYA - Begitu lulus sekolah desain pada tahun 2015, Ivana Lukito langsung mempraktekkan ilmunya. Busana kreasinya itu kemudian dipasarkan lewat sosial media, dan sebagian ada yang dititipkan di toko secara offline.

Ternyata, penggemar busana yang dia buat bersama sang adik itu lebih banyak berasal dari Singapura.
Sebetulnya, ini juga bukan sesuatu yang luar biasa buat Ivana yang lulusan Raffles Design Institute Singapore.

Sebab, selama masih kuliah, dia aktif ikut berbagai kegiatan fashion show di Singapura hingga banyak warga setempat dan kawan-kawannya di negeri jiran itu mengenal rancangannya.

Maka ketika lulus kuliah Ivana memutuskan kembali ke Tanah Air, banyak penikmat fashion Negeri Singa itu yang tetap memburu rancangannya.

Sambutan positif itu pula yang membuat perempuan kelahiran Bali, 29 Januari 1994 ini makin serius menggarap pasar fashion Singapura. Untuk memudahkan gerakannya dalam berkreasi, Ivana pun mengajak sang adik, Regina Lukito.

Ivana dan Regina Lukito hadir lewat busana yang mereka beri label Lukito Sorelle.

“Hampir dua tahun ini fokus mendesain, karena memang kami sama-sama sekolah desain,” begitu ungkapnya.

Yang membuat Ivana senang, meski dirinya tergolong masih baru dalam dunia fashion, namun karyanya sudah mendapat apresiasi dari penggemar fashion asal Singapura.

“Untuk mencapai itu semua, memang bukan sesuatu yang mudah. Tetapi kami bersyukur bisa mendapat kesempatan itu,” kata Ivana.

Kreasi Ivana dan Regina kebanyakan busana siap pakai (ready to wear).

“Tapi, namun jika ada yang ingin custom kami siap menerima orderan mengingat workshopnya juga berada di Surabaya,” imbuh Ivana.

Gaya busana yang diusung Ivana beragam, ada yang untuk anak muda hingga kalangan dewasa, namun semuanya disajikan dengan ciri khas ringan. Untuk busana pesta pun rancangannya bukan model yang berat-berat melainkan yang terlihat kasual dan elegan.

“Busana rancanganku kadang agak tomboy-tomboy, tapi sebagian ada juga yang feminine,” beber Ivana.

Koleksi Lukito Sorelle diakui Ivana kian beragam karena dirinya dan sang adik punya karakter desain berbeda jauh.

“Tetapi tetap bisa dipadukan dalam satu busana. Hasilnya ya jadi macam-macam,” papar Ivana yang baru saja ikut ajang Surabaya Fashion Parade 2017.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help