Surya/

Berita Surabaya

BNNP Jatim : Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba

Ada bandar yang mengirimkan narkoba dengan cara dimasukan dalam karung yang dicampur buah mangga.

BNNP Jatim : Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba
surya/fatkhul alamy
Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Fatkhur Rahman ketika menunjukan barang bukti narkoba sebelum dimasukan ke incenerator atau mesin pemusnah, Jumat (19/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Berbagai cara dilakukan para bandar, pengedar dan kurir guna memuluskan peredaran narkoba ke Jawa Timur (Jatim).

Segala modus dipakai supaya narkoba tidak terendus petugas dan masyarakat harus selalu waspada.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman mengingatkan, para pelaku penyalahgunaan narkoba akan melakukan berbagai macam modus saaat membawa masuk barang haram ke Jatim.

“Bermacam cara terus dilakukan. Ada yang dibawa langsung, narkoba dimasukan ke perut lewat dubur, jasa pengiriman ekspedisi atau pakai kurir. Biasanya barang (narkoba) masuk lewat jalur udara dan darat. Itu yang paling sering di Jatim. Sekarang modusnya baru-baru,” sebut Fatkhur Rahman usai pemusnahan barang bukti ganja 10,4 kilogram dan sabu 1,5 kilogram di halaman kantor BNNP Jatim, Jumat (19/7/2017).

Fatkhur Rahman menuturkan, modus narkoba dimasukan ke perut itu dilakukan pengedar asal Malaysia yang akhirnya meninggal di RS Dr Soetomo Surabaya lantaran sakit, awal April 2017.

Dia ditangkap petugas Bandara Juanda lantaran diketahui membawa sabu dengan cara dimasukan ke perut.

“Pelaku awalnya sakit dan akhirnya meniggal, karena kapsul plastik berisi sabu di perutnya pecah,” terang Fatkhur Rahman.

Selain itu, juga ada bandar yang mengirimkan narkoba dengan cara dimasukan dalam karung yang dicampur buah mangga.

Ini merupakan hasil ungkap BNNP Jatim yang membongkar pengiriman ganja seberat 9,9 Kg, Minggu (14/5/2017).

Barang itu dikirim dari Medan lewat pengiriman ekspedisi ke Bandara Juanda dan selanjutnya dikirim ke Gresik dan akhirnya dua kurir diringkus.

Fatkhur mengingatkan, peredaran narkoba di Jatim tergolong masih tinggi.

Selama peridoe Februari-April 2017, BNNP Jatim menyita 10,4 kilogram ganja dan 1,5 kilogram sabu.

“Kalau narkoba itu sampai loslos dan diedarkan, korban narkoba bisa mencapai ribuan,” terang Fatkhur.

Kabid Pembrantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra menegaskan, pihaknya berusaha untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di Jatim.

“Kami terus bergerak dan melakukan penindakkan. Narkoba harus diperangi secara terus menerus,” sambung Wisnu.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help