Surya/

Bahaya, Masih Banyak Kubangan Bekas Tambang di Gresik

Tewasnya enam santri Mambaus Sholihin di kawasan bekas tambang di Gresik bukan yang pertama terjadi. Ini penyebabnya....

Bahaya, Masih Banyak Kubangan Bekas Tambang di Gresik
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Sejumlah lokasi tambang batu kapur di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik terlihat masih aktif. Termasuk yang lokasinya berada beberapa puluh meter dari tempat tenggelamnya enam santri Ponpes Manbaus Solihin. Tapi mulai sekarang, lokasi itu ditutup semua oleh polisi. 

SURYA.co.id | GRESIK - Tewasnya enam santri akibat tenggelam di kubangan bekas tambang ternyata bukan yang pertama di Gresik. April 2017 silam, peristiwa yang hampir sama juga terjadi di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik.

Jika di kubangan bekas galian di Desa Suci, Manyar ada enam santri tewas saat outbound, tanggal 7 bulan April lalu seorang siswa dan satu gurunya tewas tercebur di kubangan bekas tambang saat menggelar kegiatan Pramuka.

Tak pelak, peristiwa inipun banyak menjadi perbincangan di berbagai kalangan. "Apalagi, selain di dua lokasi tersebut juga banyak area bekas tambang di Kabupaten Gresik," ujar Agus Djunaidi, Ketua GP Ansor Gresik.

Ya, selain sejumlah area bekas tambang milik beberapa perusahaan besar, di Gresik juga tersebar sejumlah lokasi bekas tambang batu kapur skala kecil. Termasuk yang digarap perusahaan kecil atau yang ditambang oleh warga seperti di Suci.

Area-area bekas tambang itu tersebar di beberapa Kecamatan, Kecamatan Dukun, Panceng, Wringinanom, Manyar, Kebomas, dan sejumlah daerah lain. Malahan, di beberapa titik lokasi bekas tambang menjadi jujugan warga untuk rekreasi. Yakni di Bukit Jamur, Bukit Selapuk, dan beberapa lokasi lain.

"Pemerintah harus mengambil langkah strategis, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Demikian halnya perusahaan atau pihak penambang, harus bertanggungjawab terhadap lahan tambangnya. Terutama untuk kewajiban reklamasi," tandasnya.

Terpisah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan bahwa semua tambang wajib dilakukan reklamasi. Namun, dia tidak berbicara banyak karena sekarang ini tambang sudah menjadi wewenang provinsi.

"Sekarang ini, kami sifatnya hanya membantu. Agar lahan paska tambang yang belum direklamasi bisa segera direklamasi. Lahan harus dimanfaatkan dengan baik, kalau rusak seperti ada lubang dan sebagainya harus ditutup atau diperbaiki supaya bisa dimanfaatkan," jawab Sambari, Jumat (19/5/2017).

Namun, masih kata bupati, yang sedang fokus dilakukan pihaknya bersama polisi dan TNI, bagaimana mengatasi agar peristiwa itu tidak terulang lagi di Gresik. Seperti dengan membuat peraturan atau solusi bagaimana, supaya lahan bekas tambang tidak lagi memakan korban.

Di sisi lain, kasus tewasnya enam santri Ponpes Manbaus Solihin masih terus diselidiki Polres Gresik. Sejauh ini, sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan, yakni pihak panitia outbound dari sekolah dan pondok pesantren tersebut.

"Pendalaman juga terus dilakukan. Dan tidak menutup kemungkinan ada beberapa saksi lain yang bakal dimintai keterangan, seperti pihak penambang dan sebagainya," kata Kapolres Gresik AKBP Boro Windu.

Terkait kubangan bekas tambang, orang nomor satu di kepolisian Gresik ini juga mengakui bahwa sangat berbahaya untuk umum. Apalagi untuk kegiatan siswa atau pelajar sekolah.

Karenanya, pihaknya juga berusaha menggandeng Pemkab Gresik untuk mencari solusi agar peristiwa serupa tidak terulang. Sementara, yang dilakukanadalah menutup total lokasi tambang itu untuk umum.(ufi/fla)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help