Surya/

2.500 Siswa Paud dan TK Akan Pecahkan Rekor Muri Membuat Mini Pizza di Surabaya

Ribuan siswa PAUD dan TK terlibat dalam pemcahan rekor MURI membuat mini pizza di stadion Gelora Sepuluh November, Surabaya.

2.500 Siswa Paud dan TK Akan Pecahkan Rekor Muri Membuat Mini Pizza di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/Sri Handi Lestari
Yudha Setiawan, Chief Executive Officer (CEO) Lazizaa, saat memberikan keterangan pers terkait rencana pemecahan rekor MURI 2.500 pelajar Paud dan TK se-Surabaya memasak mini pizza di stadion Gelora Sepuluh November di Tambaksari pada Sabtu (20/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Naikkan branding Lazizaa, PT Laziza Rahmat Semesta bersama Pemkot Surabaya akan menggelar kegiatan pencatatan Rekor Museum Indonesia (MURI), Sabtu (20/5/2017).

Rekor MURI yang dicatatkan adalah 2.500 pelajar Pendidikan Usia Dini (Paud) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Surabaya, memasak 2.500 mini pizza di stadion Gelora Sepuluh November Surabaya, Tambaksari. 

Yudha Setiawan, Chief Executive Officer (CEO) Lazizaa, mengungkapkan, kegiatan ini untuk menguatkan brand mereka sebagai restauran cepat saji brand lokal dan produk pizza mini untuk segmen low end.

"Selama ini menu khas Italia itu adalah menu salah satu atau dua resto cepat saji franchise yang mahal. Sementara untuk yang low end, belum ada," kata Yudha, Jumat (19/5/2017).

Lebih lanjut, Yudha menyebutkan, Lazizaa sebagai restauran cepat saji, menyediakan menu cepat saji seperti ayam goreng tepung, burger, pizza dan sejenisnya. Untuk produk ayam goreng tepung, saat ini sudah tersedia mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga restauran kelas atas. Termasuk restauran franchise cepat saji lainnya.

"Sementara produk pizza belum ada yang PKL dan di depot kecil. Nah, kami ingin mengambil segmen itu," jelas Yudha, yang memulai usaha ini bersama para alumni atau pensiunan dari restauran cepat saji franchise ternama, mulai Januari 2016.

"Kegiatan pecah rekor MURI ini juga sebagai rasa syukur kami atas cabang dari mitra kami di Kudus, Jawa Tengah, pada April lalu," jelas Yudha.

Saat ini outlet Lazizaa mencapai 43 outlet di 12 kota di Jatim dan satu di Jateng. Hingga akhir tahun, ditargetkan bisa meningkat hingga 100 outlet. Untuk mencapai target tersebut, Yudha melakukan pengembangan lewat mitra. Karena untuk franchise pihaknya masih harus menunggu hingga dua tahun operasional. Sementara saat ini masih satu tahun empat bulan.

"Dari 43 outlet yang ada saat ini, sekitar 10 outlet murni punya kami. Sisanya mitra. Saya akui, untuk pengembangan Lazizaa saya harap bisa seperti minimarket retail yang saat ini cukup banyak di berbagai daerah," ungkap Yudha.

Bahkan di tahun 2018, pihaknya mentargetkan bisa masuk ke pasar negara ASEAN. Ditengah persaingan bisnis yang sengit ini, Yudha dan tim jajaran manajemen Lazizaa tetap optimis bisa mencapai target.

"Karena bisnis makanan cukup stabil. Kebutuhan pangan jalan terus," tandasnya.

Sementara itu, terkait pemecahan rekor MURI, Lazizaa bekerjasama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Surabaya. Akan dibuka oleh istri Sekretaris Kota Surabaya, Iis Hendro Gunawan, mewakili Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang sedang di London, Inggris.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help