Surya/

Testimoni Cipoer

Setelah 14 Kali Gagal, Pencapaian Kali Ini Sungguh Manis

tulisan ditolak media itu sudah biasa, bahkan bisa menjadi pemicu tulisan selanjutnya harus lebih bagus ... buktinya di tulisan ke 15 akhirnya lolos

Setelah 14 Kali Gagal, Pencapaian Kali Ini Sungguh Manis
dokumentasi citizen reporter
ilustrasi Cipo 

Testimoni Cipoer Noval Arisandi
Pustakawan di SMA Negeri 8 Malang

 

BERPROFESI sebagai pustakawan di SMA Negeri 8 Malang membuat saya terpacu untuk lebih berkarya, salah satunya melalui tulisan. Seperti pesan guru bahasa Indonesia, Lilis, salah satu bentuk apresiasi literasi ialah dengan menulis.

Sejak awal masuk kuliah jurusan Ilmu Perpustakaan saya berprinsip, ilmu yang saya pelajari harus tersebar juga kepada orang lain. Untuk itu saya harus berpartisipasi dalam rubrik Citizen Reporter atau Cipo Harian Surya.

Melalui tulisan, jika termuat, informasi tersebut sekaligus menjadi rekaman dan bukti fisik yang tak akan hilang.

Dalam rubrik Cipo, penulis hanya dikenakan aturan yaitu panjang reportase maksimal 350 kata, namun tetap harus perpegang pada pedoman penulisan yang ada.

Dengan kriteria yang saya pikir sangat cocok bagi penulis pemula, saya memberanikan diri untuk mulai membuat tulisan. Inspirasi pertama berawal ketika Perpustakaan SMA Negeri 8 Malang mengadakan kegiatan diklat bagi Duta Baca Sekolah, Kamis (16/3) di ruang multimedia sekolah.

Sejatinya, telah banyak tulisan yang saya kirim. Namun, entah karena masih banyak unsur-unsur yang harus dipenuhi atau saya sendiri kurang memperhatikan kaedah penulisan, alhasil karya saya urung dimuat pada saat itu.

Mulailah saya menulis hasil reportase. Belajar dari pengalaman, pada tulisan kali ini saya sangat berhati-hati. Maklum, setelah 14 kali kegagalan, saya bertekad bisa ‘pecah telor’.

Setelah selesai menulis, saya baca kembali untuk mengoreksi apakah ada unsur yang terlewati atau mungkin ada kata yang perlu dihapus dan diubah. Satu dua kali tidak cukup, bahkan total 10 kali saya membaca dengan tulisan yang sama.

Hingga akhirnya saya yakin bahwa tulisan saya kali ini sudah cukup dan siap untuk dikirim ke Harian Surya via email.

Perjuangan belum berhenti di situ saja. Setiap hari selama seminggu sejak saya mengirim tulisan tersebut ternyata tulisan saya belum juga dimuat.

Dan waktu yang dinanti-nanti pun tiba. Setelah dua minggu, akhirnya tulisan pertama saya naik cetak. “Alhamdulillah,” pekik teman-teman pustakawan. Tak lupa, saya berucap syukur atas capaian kali ini.

Melalui tulisan ini pula saya berharap, gerakan literasi nasional yang telah didengungkan dapat diaktualisasi, dan salah satunya dengan membuat tulisan dalam rubrik Citizen Reporter Harian Surya.

Salam literasi...

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help